Belajar Daring, Puluhan Guru SMAN 2 Singkawang Ikuti Pelatihan

Dimana aktivitas anak jauh lebih banyak berada dirumah, bahkan proses pembelajaran pun dilakukan dirumah

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RIZKI KURNIA
Pembukaan pelatihan in house training (IHT) berkelanjutan di SMAN 2 Kota Singkawang, dihadiri langsung Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar Drs. H. Kusnadi, M. Si dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang Drs. H. Muhammad Nadjib, M.Si. Senin (3/7/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Puluhan guru dari SMAN 2 Kota Singkawang ikuti pelatihan in house training (IHT) berkelanjutan, dalam pemanfaatan platform untuk Pembelajaran Daring menggunakan Moodle dan Google Meet dimasa pandemi Covid-19 tahun ajaran 2020/2021.

Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Singkawang, Marsekot, M.Pd menuturkan kegiatan pelatihan tersebut bertujuan untuk membantu para guru dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam penggunakan platform tersebut untuk menunjang proses belajar mengajar.

"Tentu dimasa Covid-19 seperti saat ini, pembelajaran tatap muka secara langsung belum dapat kita terapkan, sehingga guru dituntut untuk paham dalam menggunakan teknologi untuk mengajar siswa dengan sistem online," ungkap Marsekot kepada awak media, Senin (3/7/2020).

Pada umumnya, kata Marsekot, para guru di SMAN 2 Singkawang hampir seluruhnya sudah memiliki kemampuan dalam menggunakan informasi teknologi dalam pembelajaran online, namun menurutnya akan lebih baik apabila didukung dengan pelatihan sehingga kendala saat proses pembelajaran dapat teratasi.

Menurutnya, pembelajaran online tentunya tidak akan berjalan sama seperti saat tatap muka, terlebih berberapa mata pelajaran dan materi akan menggunakan cara berbeda untuk membuat siswa mudah memahami pelajaran.

PENGAKUAN Hadi Pranoto yang Mengaku Temukan Obat Covid-19 hingga Minta Jangan Dicemooh

"Dengan adanya pelatihan ini, guru-guru akan mengerti dengan apa yang harus dia lakukan untuk mempermudah siswa belajar," jelasnya.

Sementara itu, Ketua pelaksana kegiatan, Nila Lestiawati,S.Pd, MM menuturkan pelatihan guru pelatihan IHT berkelanjutan tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut.

"Dimulai hari senin hingga rabu, kita datangkan berberapa pemateri untuk memberikan pengarahan dan penjelasan pada pelatihan ini," jelas Nila.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Suprianus Herman melalui video conference kembali mengingatkan kepada para guru tentang pentingnya pengawasan siswa dengan kerjasama antara orang tua dan pihak sekolah.

"Karena saat ini, seperti kita ketahui anak-anak kita sudah seperti dijajah oleh handphone, peran orang tua dan pihak sekolah sangat penting agar bagaimana penggunaan handphone lebih bermanfaat untuk siswa," terang Herman.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar Drs. H. Kusnadi, M. Si ketika menghadiri langsung pembukaan pelatihan IHT tersebut menilai langkah yang dilakukan SMAN 2 Kota Singkawang sangat baik. Menurutnya dimasa pandemi Covid-19 ini pembelajaran secara online saat ini sangat dianjurkan oleh Pemerintah Provinsi dan Pusat.

"Walaupun anak-anak tidak datang kesekolah, anak-anak dapat tetap belajar dari rumah meskipun harus dengan sistem online," ungkap Kusnadi kepada awak media.

Di zaman teknologi seperti saat ini, kata Kusnadi, memang proses pembelajaran diharapkan dapat berbasis teknologi sehingga siswa dapat belajar dimana saja dan kapan saja.

"Meskipun proses pembelajara tatap muka lebih ideal, namun dengan kondisi seperti ini, pembelajaran online lebih baik karena dinilai aman," ungkapnya.

Selain itu, ia menerangkan Pemerintah telah merencanakan akan kembali memulai pembelajaran tatap muka secara langsung untuk anak kelas tiga pada bulan Agustus ini.

Namun, setelah ditemukan penambahan terkonfirmasi positif di Kalimantan Barat belum lama ini, rencana pembelejaran tatap muka tersebut terancam akan dibatalkan.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang Drs. H. Muhammad Nadjib, M.Si menilai penting pelatihan IHT terhadap guru-guru dan tenaga pengajar dimasa Covid-19 ini, menurutnya pembelajaran online di Indonesia masih dapat dikatakan belum siap sepenuhnya.

"Akan tetapi ini bisa kita pahami, karena pandemi Covid-19 ini kan sesuatu yang tiba-tiba, tidak ada persiapan apapun dengan musibah ini, sehingga penting sekali dengan pelatihan ini," ungkap Nadjib.

Ia menuturkan peran guru sangat penting untuk dapat menguasai perangkat, aplikasi dan metode pembelajaran daring, tentunya akan menyulitkan guru dalam proses pembelajaran.

"Dan murid juga akan sulit untuk memahami apa yang dijelaskan guru sendiri," terangnya.
Perwakilan orang tua peserta didik, Bulyamin menerangkan dimasa pandemi Covid-19 dimana pembelajaran dengan sistem online saat ini, mengharuskan peran orang tua lebih aktif dalam memperhatikan pendidikan anak dirumah.

"Dimana aktivitas anak jauh lebih banyak berada dirumah, bahkan proses pembelajaran pun dilakukan dirumah," ungkapnya.

Dengan sistem pembelajaran online ini, menurut Bulyamin, akan memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa pentingnya campur tangan orang tua dalam proses pendidikan anak.

Sehingga orang tua dapat mengetahui dan melihat langsung perkembangan pendidikan anak karena membantu anak-anak mereka dalam proses pembelajaran.

Meskipun, dengan sistem pembelajaran online, orang tua harus mengeluarkan biaya untuk anaknya, baik fasilitas belajar seperti gedget maupun kuota internet yang harus disiapkan oleh orang tua.

"Seperti yang kita tahu, tidak semua orang tua memiliki keuangan atau finansial yang memadai untuk memberikan fasilitas anak-anak mereka," ungkap Bulyamin.

Ia bahkan mengajak orang tua siswa untuk membentu kelompok belajar untuk anak-anak mereka, sehingga siswa yang tidak memiliki fasilitas untuk belajar online, dapat belajar bersama teman lainnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved