Breaking News:

Getah Karet Miliki Manfaat Luar Biasa untuk Ban Pesawat Tempur hingga Industri Kondom di Dunia

Anehnya kita belum mampu memproduksi itu semua. Kita hanya mengekspor row material berupa bahan baku.

Penulis: Septi Dwisabrina | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SEPTI DWISABRINA
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo mengungkapkan pohon karet di Era tahun 80-an Kalimantan Barat masa keemasan pada saat itu getahnya yang disebut Latex.

Lebih lanjut, Haryadi menerangkan hasil kuogulasi dari hasil sadapan dengan Formiad Acid menjadi Crumb rubber di Ekspor kebeberapa negara di Eropa.

Haryadi mengatakan hasil kuogulasi tersebut, untuk dirubah menjadi ban mobil Mercy, BMW serta mobil lainnya.

Kemudian ban pesawat komersial sampai ban pesawat tempur.

Kemudian bola yang digunakan untuk industri persepakbolaan dari Liga Eropa sampai liga Asia dan piala dunia.

Banjir di Sintang Rendam Polsek Kayan Hilir, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Ngungsi ke Kebun Karet

Bahkan digunakan oleh industri kondom untuk menahan lajunya penduduk Dunia,

"Anehnya kita belum mampu memproduksi itu semua. Kita hanya mengekspor row material berupa bahan baku. Dan tragisnya dulu 1 kg getah atau ojol istilah kampung, dapat ditukar beras senilai 3 kg," ungkap Haryadi S Triwibowo 

Sementara itu, dijaman milenial era Teknologi 4.0 berbasis IT 1 kg beras dapat ditukar 5 kg getah. Haryadi menuturkan, yang pasti fungsi Karet Sintetis belum bisa menggantikan Karet alami.

"Coba ban pesawat Komersial diganti ban sintetis atau bola kaki dari bahan Karet Sintetis," sebutnya.

Tak hanya itu saja, Haryadi menilai   Indonesia, terutama Kalimantan Barat. Sebagai negeri penghasil karet terbesar di dunia sudah saatnya harus mencintai produk Indonesia.

"Saatnya kita bangun Industri Deversifikasi Karet di Kalimantan Barat Khususnya dan Indonesia umumnya. Kalau bukan sekarang kapan lagi,Kalau bukan kita Siapa lagi," pesan Haryadi S Triwibowo.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved