Kalbar Sempat Nol Kasus, Gubernur Sutarmidji Minta Pemkab Serius Tangani Covid-19

Menanggapi hal itu Gubernur Kalbar, Sutarmidji meminta kepada semua kepala daerah di masing-masing kabupaten agar serius dalam penanganan covid-19.

TRIBUN PONTIANAK/ Muhammad Rokib
Pemred Tribun Pontianak, Safruddin bincang-bincang bersama Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji di Hari Ulang Tahun ke 12 Tribun Pontianak, di Tripon Cast, di Kantor Tribun Pontianak, Jalan Sungai Raya Dalam, Kubu Raya, Kalbar, Sabtu (1/8/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kalimantan Barat beberapa pekan lalu sempat nol kasus konfirmasi covid19. Namun baru-baru ini ditemukan kembali kasus konfirmasi covid-19 berasal dari Kubu Raya Kalbar.

Menanggapi hal itu Gubernur Kalbar, Sutarmidji meminta kepada semua kepala daerah di masing-masing kabupaten agar serius dalam penanganan covid-19.

"Kalau kepala daerahnya enggak serius, kasian rakyatnya, akhirnya provinsi yang intervensi merawatnya. Bahkan mereka takut menggunakan anggaran mereka untuk belanja peralatan kesehatan," ujarnya saat bincang-bincang bersama Pemred Tribun Pontianak, Safruddin dalam program Tripon Cast di HUT ke 12 Tribun Pontianak, Sabtu (1/8/2020).

Ia menyebutkan ada tiga kabupaten yang masih tak serius dalam penanganan covid-19. Diantaranya Kabupaten Kubu Raya, Kapuas Hulu dan Ketapang.

Ia pun meminta kepada Pemkab agar bisa menghargai para tim kesehatan yang telah berjuang dalam penanganan covid-19.

Menurutnya semua pihak Pemerintah maupun stakholder lainnya penting untuk menghargai kinerja petugas kesehatan, seperti dokter maupun perawat, lantaran ia menilai bahwa kinerja mereka sangatlah rentan terhadap covid-19.

Bahkan ia menekankan kepada pemerintah kabupaten atau kota agar tak menyepelekan covid-19.

"Kalau saya menghargai perawat dan dokter yang sudah berusaha. Dikira dokter senang, mereka pasti ada rasa was-was hubungan dengan pasien yang terpapar covid-19," katanya.

Midji Sebut 60 Persen Program Telah Tercapai Dalam 2 Tahun Jabatannya Sebagai Gubernur

Karena itu, disetiap kabupaten dalam penanganan covid-19 ada pada kewenenganan masing-masing pemkab.

Penyebaran covid-19 itu dikatakannya dapat melalaui jalur laut dan udara hingga ia pastikan akan diperketat dalam pengawasan.

"Selain itu kita ketat di pelabuhan, kita lihat juga ketika di proyek besar datangkan tenaga kerja dari luar. Kita telusuri dengan betul lewat mana dia datang maka kita akan perketet. Jangan sampai menyebarkan kasus dari satu daerah ke daerah lain," kata mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved