Alasan Donald Trump akan Blokir TikTok di Amerika Serikat, TikTok Alat Pengintaian Intelijen China?

Popularitas TikTok meningkat pesat sejak ByteDance mengakuisisi aplikasi Musical.ly yang berbasis di AS pada 2017.

SPUTNIK NEWS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan memblokir TikTok di Negeri Paman Sam.

Langkah ini diambil dengan alasan meningkatnya kekhawatiran jika aplikasi tersebut dapat menjadi alat pengintaian bagi intelijen China.

Kekhawatiran itu diungkapkan oleh para pejabat AS dan anggota parlemen dalam beberapa pekan terakhir.

Tapi TikTok sendiri membantah mereka ada hubungan dengan pemerintah China.

Trump sebelumnya dilaporkan akan mengambil alih kepemilikan TikTok dari perusahaan induk China ByteDance ke perusahaan AS.

TikTok Dilarang di Amerika Serikat dan India, Kini Amazon Ikut Larang Karyawannya Gunakan TikTok

Mengejutkan! Donald Trump Mendadak Ingin Jalin Kerjasama dengan China, Ada Apa?

Tapi kini justru mengumumkan hendak melarang penggunaan aplikasi itu di Negeri Paman Sam.

Saat berbicara ke para wartawan di Air Force One Trump berkata, "Soal TikTok sejauh ini, kami melarang mereka di Amerika Serikat," katanya,  Jumat (31/7/2020). 

Ia menambahkan, dia akan mengambil tindakan secepatnya pada Sabtu (1/8/2020).

Hal ini untuk menggunakan kekuatan ekonomi darurat atau perintah eksekutif.

Langkah Trump ini ditempuh menyusul adanya tinjauan dari Komite Investasi Asing (CFIUS) di AS, yang menyelidiki kesepakatan-kesepakatan yang berdampak ke keamanan nasional AS.

Halaman
123
Editor: Wahidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved