Idul Adha 2020

MAKNA Minal Aidin Wal Faizin, Kalimat yang Biasa Diucapkan Saat Lebaran Hari Raya

Saat lebaran hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, biasanya ada yang mengucapkan kalimat “Minal Aidin wal Faizin”.

GRAFIS TRIBUN PONTIANAK/ENRO
MAKNA Minal Aidin Wal Faizin, Kalimat yang Biasa Diucapkan Saat Lebaran Hari Raya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Saat lebaran hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, biasanya ada yang mengucapkan kalimat “Minal Aidin wal Faizin”.

Kalimat tersebut juga biasanya diiringin dengan kalimat “Mohon maaf lahir dan batin”.

Apakah memang bermakna mohon maaf lahir batin atau bukan?

Dirangkum dari berbagai sumber, kalimat Minal Aidin wal Faizin terdiri dari beberapa penggal kata.

Kata "min" artinya 'termasuk', "ml-aidin" artinya 'orang-orang yang kembali', "wal" artinya 'dan', serta "al-faizin" artinya 'menang'.

Jika dimaknai secara harfiah, kalimat Minal Aidin wal Faizin dalam bahasa Indonesia menjadi 'Termasuk dari orang-orang yang kembali sebagai orang yang menang'.

Ucapan minal aidin wal-faizin ini menurut seorang ulama tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat ataupun para ulama setelahnya atau Salafus Salih.

Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengkisahkan dendang wanita di hari raya.

Sumber lain menyebutkan, pada zaman khilafiah rasyidin, ucapan Minal Aidin wal Faizin digunakan sebagai ungkapan bangga atas kemenangan perang yang sebenarnya, semisal Perang Badar.

Jika dimaknai dalam konteks peperangan, akan berbunyi "semoga termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perang) dan sebagai orang yang menang (dalam setiap perjuangan Islam)'.

Ucapan minal 'aidin wal-faizin ini tidak akan dimengerti maknanya oleh orang Arab, dan kalimat ini tidak ada dalam kosa kata kamus bahasa Arab, dan hanya dapat dijumpai makna kata perkatanya saja.

Di dalam hadis pun tidak dijelaskan secara spesifik mengenai ucapan ini.

Justru, ada ucapan kalimat yang bisa digunakan saat di Hari Raya Idulfitri yang sering dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Dalam budaya Arab, ucapan yang disampaikan ketika menyambut hari Idulfitri adalah Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.

Kemudian menurut riwayat, ucapan nabi ini ditambahkan oleh orang-orang yang dekat dengan zaman Nabi dengan kata-kata "Shiyamana wa shiyamakum".

Sehingga, bila digabungkan kedua kalimat itu, makan akan bermakna, "Semoga Allah SWT menerima amalan puasa saya dan kamu."

Lantas, bagaimana bila ingin mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin dalam bahasa Arab?

Anda bisa mengucapkan, "As-alukal afwan zahiran wa bathina atau Kullu aam wa antum bikhair," yang berarti '"Semoga sepanjang tahun Anda dalam keadaan baik-baik."

Hukum Minta Maaf Saat Idul Fitri / Idul Adha Menurut Ustad Abdul Somad (UAS)

Ustadz Abdul Somad pernah menyampaikan ceramahnya tentang hal tersebut seperti dikutip Banjarmasinpost.co.id dari saluran Youtube Tafaqquh video yang diunggah pada 21 Juni 2017.

Dari ceramah UAS, bertakbir di malam idul fitri atau idul adha merupakan perintah Allah SWT langsung dari alquran.

"Bertakbir itu bukan acara seremonial dari pemerintah. Itu perintah Allah langsung. Maka bertakbirlah," ujar Ustadz Abdul Somad.

Orang bertakbir itu pun tidak hanya sekadar di bibir saja.

"Berlinang air mata ketika bertakbir. Bahwa kita tak hanya mengingat Allah, tapi juga ungkapan kesedihan ketika akan meninggalkan bulan suci ramadan," jelasnya.

Satu hal yang ingin UAS luruskan adalah pikiran bahwa melakukan takbiran adalah di masjid.

"Ini tak betul, takbir bisa di mana-mana," kata ustadz tersebut.

"Ummar bin Khatab pernah bertakbir di pasar, sampai hampir terangkat itu pasar," tambahnya.

Karenanya tidak ada alasan bagi umat muslim utuk tidak ikut bertakbir karena takbir bisa dilakukan di mana saja.

"Ibu-ibu bisa sambil masukkan kue kering ke toples sambil takbir. Yang masak opor ayam, ketupat. Ucapkan Allahu akbar Allahu akbar, allahu akbar wa lillahilham," ujar Ustadz Abdul Somad mencontohkan.

Namun ada hal yang membuat Ustadz merasa prihatin pada makna takbiran umat muslim jaman sekarang.

Banyak pemuda yang melakukan takbiran sambil berkeliling, konvoi, bahkan menyalakan petasan atau musik.

Hal tersebut sama sekali tidak ada di dalam ajaran agama islam.

"Ini bukan malam tahun baru, bukan acara perayaan agama lain, ini malam idul fitri. Tak betul ada yang begitu," paparnya.

Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan tentang bagaimana umat muslim harusnya melaksanakan shalat idul fitri bagi perempuan yang sedang berhalangan.

Lalu bagaimana dengan perempuan yang sedang haid? apakah wanita haid boleh ikut ke masjid atau ke lapangan?

Perempuan yang sedang berhalangan, hendaklah tetap dibawa ke lokasi shalat ied.

"Kami diperintahkan mengeluarkan perempuan yang sedang berhalangan keluar (ke lokasi shalat ied) tetapi tidak diminta sholat," ucap UAS membacakan hadist tentang anjuran tersebut.

"Untuk apa? Mendengar khutbah," lanjutnya.

Karenanya, Ustadz Abdul Somad juga menganjurkan pada para pengkhotib agar bersuara lantang serta menyampaikan khutbah dengan semangat.

"Itulah kesempatan emas dia mendengarkan syiar," ungkap Ustadz Abdul Somad.

Dilanjutkan UAS, orang yang selama ini bahkan jarang ke masjid, idul fitri dia mungkin saja datang ke mesjid. orang yang sibuk bekerja datang saat shalat ied.

"Tujuan shalat ied itu untuk mendengarkan khutbah, kalau cuma shalat dua rakaat pun bisa," terang UAS.

Lebih lanjut, Ustadz Abdul Soamd juga menerangkan tata cara pergi ke masjid atau lapangan yang dijadikan lokasi shalat ied.

"Pulang perginya pun ada caranya, datang dari jalan A, pulangnya lewat jalan B. Supaya apa?

Supaya pas di jalan ketemu teman lama, tetangga, tetangga jauh, kenalan istri, kenalan suami, mertua, siapapun... di sapa, minta maaf, lahir batin," ujar UAS.

"Itu kan do'a, minal aidin semoga kita kembali kepada kefitrahan, wal faidzin, dan termasuk orang-orang yang menang melawan hawa nafsu," lanjutnya.

"Tak ada dalil minta maaf saat idul fitri, tapi saat itu hati-hati umat muslim sedang menunduk. Habis dengar tausyiah, saat itulah kita masuk. Nanti kalau beku bahaya," tutup UStadz Abdul Somad.

Lafadz Arab Takbiran

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

"Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd"

Artinya dalam bahasa Indonesia:

"Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah"

Nah untuk yang lafadz takbiran versi terlengkap, dapat melihat tulisan arab, bahasa latin dan arti selengkapnya dalam bahasa Indonesia dibawah ini.

Bacaan Takbiran Terlengkap

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Tulisan takbiran berbahasa latin:

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,...
wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa.

Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu
Mukhlishiina lahuddiin
Walau karihal - kaafiruun
Walau karihal munafiqun
Walau karihal musyriku

Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah.

Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Artinya bacaan takbiran:

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.
Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Mahabesar.
Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar
Allah maha besar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya.

Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Bukan 'Mohon Maaf Lahir dan Batin', inilah Arti Minal Aidin Wal Faizin yang Sebenarnya

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved