Breaking News:

KABAR BAIK, Rencana Insentif PPh 21 Jadi BLT Langsung Transfer ke Rekening Masyarakat Kelas Menengah

Kemenkeu RI perihal adanya rencana mengubah skema insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 menjadi bantuan langsung tunai (BLT).

Tribunnews
Ilustrasi - Kemenkeu RI perihal adanya rencana mengubah skema insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 menjadi bantuan langsung tunai (BLT). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Ada kabar baik dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI perihal adanya rencana mengubah skema insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 menjadi bantuan langsung tunai (BLT).

Nantinya, yang disasar dari program ini yakni masyarakat kelas menengah.

Tujuannya, untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dampak dari wabah pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskan (BKF) Kemenkeu RI, Febrio Kacaribu melansir Kontan.co.id.

Febrio Kacaribu menjelaskan, BLT tersebut nantinya bakal langsung ditransfer ke rekening masyarakat menengah.

Kalbar Hapus Denda Pajak Kendaraan dan Bea Balik Nama Mulai 30 Juni - 30 September 2020, Buruan !

Kendati demikian, dirinya belum memaparkan secara gamblang nominal BLT akan mengikuti besaran PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) sesuai potongan pajak dari penghasilan karyawan, atau menggunakan meninjau dari kemampuan ekonomi waji pajak (WP) terkait.

Yang jelas, rencana ini seiring dengan rendahnya realisasi penerimaan insentif PPh Pasal 21. Berdasarkan data Kemenkeu, dalam dua kali massa pajak, yakni sampai dengan 20 Juni 2020, realisasi insentif pajak karyawan itu sebesar Rp 660 miliar. Angka tersebut setara dengan 2,57% dari pagu anggaran insentif senilai Rp 22,66 triliun.

Realisasi itu mencatat, insentif PPh Pasal 21 telah diterima oleh 104.925 karyawan, antara lain berasal dari sektor perdagangan 42.968, industri pengolahan 21.093, jasa perusahaan 7.100, jasa lainnya 264, konstruksi dan real estat 9.148, transportasi dan pergudangan 6.299, penyediaan akomodasi 5.468, pertanian 3.016, informasi dan komunikasi 1.737, lainnya 7.832.

Angka tersebut masih jauh dari total karyawan yang terdaftar sebagai wajib pajak (WP) sekitar 35 juta.

Bahkan, pun dibandingkan dengan karyawan yang sudah melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Tahunan 2019 sejumlah 9,27 juta.

Halaman
12
Editor: Haryanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved