Breaking News:

Tanah Longsor di Peniraman

Dinas ESDM Kalbar Cek Izin Tambang di Lokasi Longsor Bukit Peniraman Mempawah

Menurutnya dari hasil tim yang melakukan peninjauan di tiga tempat ini, bahwa longsor yang terjadi yaitu terjadi longsor busur

TRIBUN/ISTIMEWA/Facebook
Detik-detik longsor terjang Desa Peniraman warga berlarian panik, sekitar pukul 16:00 WIB Selasa (14/7/2020) lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia Kalbar telah menurunkan tim kelapangan untuk meneliti langsung kejadian tanah longsor yang terjadi di kawasan bukit Peniraman, Desa Peniraman Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kadis ESDM, Syarif Kamaruzzaman mengatakan bahwa peninjauan langsung ke lokasi longsor untuk mengetahui apakah kawasan longsor masuk dalam ijin atau diluar ijin wilayah pertambangan.

Menurutnya dari hasil tim yang melakukan peninjauan di tiga tempat ini, bahwa longsor yang terjadi yaitu terjadi longsor busur, dimana arah longsor terjadi kearah barat.

"Hal ini terjadi dikarenakan massa tanah mengalami jenuh air.

Sehingga tanah berada diatas batu yang menyebabkan bergelincir," ujarnya, Minggu (26/7/2020).

Kapolres Mempawah AKBP Tulus Sinaga dan Ketua Bhayangkari Bantu Korban Tanah Longsor Desa Peniraman

Bencana Longsor Terulang, Sy Amin Desak Cek Izin Galian C Kawasan Bukit Peniraman Mempawah

Dikatakannya bahwa dari hasil peninjauan juga menyebutkan jika longsor terjadi dikarenakan intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

Sementara keadaan tebing sudah dalam keadaan terbuka akibat dari kegiatan penambangan beberapa waktu lalu.

"Sementara saat ini aktivitas penambangan sudah tidak ada lagi sekitar kurang lebih empat tahunan," katanya.

Syarif Kamaruzzaman mengatakan hasil dari peninjauan dengan melihat pengambilan koordinat lokasi bahwa kondisi tebing setelah dirubah kedalam peta, tidak masuk dalam ijin usaha pertambangan.

"Kondisi kawasan yang longsor tersebut diantara ijin usaha CV Restu Bumi dan Po Matruji Nanggi sehingga kejadian longsor tersebut berada diluar ijin usaha pertambangan," pungkasnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved