Nasabah Kecewa dengan PT BPF Karena Dianggap tidak Kooperatif, Ini Penjelasan Didi Darmansyah
Uang setoran awal untuk membuka akun investasi senilai Rp 100 juta saat ini hanya tersisa Rp 16 juta.
Tayang:
Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Satu di antara warga Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, Sergius Hardiman merasa dirugikan atas investasi yang diikutinya di PT Bestprofit Futures (BPF) cabang Kota Pontianak.
Hardiman yang ditawari oleh pihak BPF untuk menjadi nasabah investasi dengan janji keuntungan malah yang terjadi sebaliknya.
Uang setoran awal untuk membuka akun investasi senilai Rp 100 juta saat ini hanya tersisa Rp 16 juta.
“Awalnya saya dihubungi dan ditawari agar masuk menjadi nasabah, dijelaskan soal keuntungan-keuntungan makanya saya mau ikut,” kata Hardiman, Selasa (21/7/2020).
Saat pertama bergabung, dirinya diwajibkan untuk membuka akun dengan syarat setoran akun sebesar Rp 100 juta untuk kemudian beberapa hari setelah memenuhi syarat dirinya mendapat akun trading untuk transaksi saham.
• Jelaskan Kondisi Terkini Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Bukopin, Ini Imbauan OJK
“Hari ini saya tekejut dapat informasi duit saya di akun yang awalnya 100 juta hanya tersisa 16 juta, saya kaget dan bingung dapat konfirmasi soal itu dari pihak BPF,” lanjutnya.
Ia mengaku merasa dirugikan, lantaran pihak BPF melalui pialangnya baru mengkonfirmasi soal sistem pembelian sekitar pukul 11.49 Wib sedangkan pengambilan oleh sistem ternyata sudah dilakukan sekitar pukul 11.01 Wib.
“Jadi harusnya pialangnya bisa kasi informasi lebih awal agar saya bisa melakukan langkah-langkah. Ini dikonfirmasi saat sistem sudah mengambil alih, ini konfirmasi telat belum lagi kita tidak diberikan pemegaman detail soal perhitungan resiko," jelas Sergius Hardiman.
Menurutnya dirinya hanya dijelaskan secara garis besar terkait transkasi dan penggunaan akun trading saja oleh seorang pegawai ndi PT BPF saat pertama kali bergabung.
Untuk itu, ia merasa dirugikan karena pihak BPF tidak kooperatif dalam memberikan pemahaman kepada dirinya padahal saat sebelum masuk dirinya disuguhi dengan keuntungan-keuntungan yang didapat, terlebih uang yang disetor dirinya merupakan hasil kerja kerasnya yang ditabung.
• IHSG Terangkat di Tengah Ekspektasi Wabah Covid-19 Mencapai Puncak
“Apakah karena pialang-pialang di BPF yang kapasitas dan kemampuan tidak mumpuni atau apa lantaran investasi saham harusnya pialang ada perhitungan analisisnya. Yang pasti sebagai nasabah kami harus diarahkan, dikasi pemahaman apalagi kayak di Ketapang nasabahnya bukan cuma saya, yang saya tahu ada 12 orang lain," ujar Sergius Hardiman.
Terakhir ia pun berharap, agar kejadian ini tidak terulang lagi termasuk bagi para nasabah lain dan berharap pihak BPF dapat bertanggung jawab atas apa yang dialamainya.
Transaksi Sendiri
Terkait dengan keluhan nasabah itu, Kepala PT Bestprofit Pontianak, Didi Darmansyah menjelaskan bahwa pihaknya tidak mempunyai hak kelola terhadap akun para nasabah.
Menurutnya nasabah mengelola sendiri, bertransaksi sendiri, termasuk melakukan transaksi jual beli sendiri.
"PT Bestprofit ini tidak ada hak kelola. Nasabah itu mengelola dananya sendiri, bertransaksi sendiri, klik sendiri bahka kemudian jual beli pun sendiri," kata Didi Darmansyah, Selasa (21/7/2020).
Menurutnya nasabah mengelola sendiri, bertransaksi sendiri, termasuk melakukan transaksi jual beli sendiri.
"PT Bestprofit ini tidak ada hak kelola. Nasabah itu mengelola dananya sendiri, bertransaksi sendiri, klik sendiri bahka kemudian jual beli pun sendiri," kata Didi Darmansyah, Selasa (21/7/2020).
• Yohanes Rumpak Mendapat Surat Persetujuan PAN Maju Pilkada Sintang, Ini Nama Pasangannya
Selain itu, dirinya juga tidak bisa memastikan nasabah Bestprofit untung. Karena sistem dagang pasti ada untung dan rugi.
Karenanya, untuk meminimalisir kerugian, pihaknya selalu melakukan diskusi dengan nasabah, termasuk memberikan saran kepada mengenai transaksi yang akan dilakukan.
"Banyak indikator yang mempengaruhi untung atau tidaknya nasabah dalam melakukan transaksi. Kita tidak bisa bilang 100 persen orang yang tranding untung atau sebaliknya. Semua tergantung kondisi pasar saat itu, itulah fungsinya kita menyediakan konsultan untuk konsultasi ataupun sharing mengenai keputusan apa yang harus diambilnya," ujar Didik Darmansyah.
Mengenai edukasi ke nasabah, diakui Didi sudah dilakukan. Dimana terdapat empat tahapan penjelasan yang disampaikan secara detail kepada nasabah.
Apabila nasabah sudah teredukasi di tahapan ke empat, biasanya yang diluar kota atau dalam kota kita undang ke kantor untuk ketemu unsur pimpinan.
"Kalau nasabah ini, kita pernah undang ke Pontianak, dari mulai H-2 dia aktif, kemudian beliau tidak bisa. Dia minta tanggal 15 Juli, kemudian diundur lagi sampai 17 juli dan sampai hari ini nasabah itu tidak datang," jelasnya.
"Nasabah ini tidak ada mengajukan komplain atau keberatan, tiba-tiba mengatakan tidak edukasi. Padahal setiap proses analisa teknikal, konsultan kami setiap hari berkomunikasi sama beliau. Kami sudah cek di konsultan kami (wakil pialang) juga setiap hari berkonsultasi dan beliau berkonsultasi menanyakan tentang pasar seperti apa," timpalnya.
Mengenai SDM pialang, Ia memastikan telah menyiapakan SDM berkualitas.
Terlebih wakil pialang berjangka harus punya sertifikasi yang resmi dan legal dari pemerintah. Yang mengeluarkan sertifikasinya adalah Kementerian perdagangan Bapepti.
Bahkan dalam ujian WPB, periodenya harus ada refresh dan ujian ulang.
"Saya pastikan semua wakil pialang di PT Bestprofit legalitasnya diperbaharui. Semua bisa di cek di website resmi Bapepti. Ada 11 daftar wakil pialang. Jadi untuk kualitas SDM itu bukan hanya Bestprofit yang terus melakukan pengembangan, tetapi juga ada ujian profesi yang setiap periode harus di update," terang Didi Darmansyah.
Terkait persoalan nasabah di Ketapang, ia belum mengetahui apa masalah dari nasabah tersebut. Lantaran belum ada komplain secara langsung, sehingga pihaknya merasa kaget mendengar komplain melalui media.
"Namun demikian, setelah ini kita akan coba menghubungi nasabah, kita akan diskusi via telepon, apa yang menjadi keberatan beliau. Mungkin pelayanan kami ada yang kurang menurut beliau. Itu juga akan menjadi kritik dan saran membangun untuk kami guna memperbaiki layanan kedepan," pungkasnya.
"Kalau nasabah ini, kita pernah undang ke Pontianak, dari mulai H-2 dia aktif, kemudian beliau tidak bisa. Dia minta tanggal 15 Juli, kemudian diundur lagi sampai 17 juli dan sampai hari ini nasabah itu tidak datang," jelasnya.
"Nasabah ini tidak ada mengajukan komplain atau keberatan, tiba-tiba mengatakan tidak edukasi. Padahal setiap proses analisa teknikal, konsultan kami setiap hari berkomunikasi sama beliau. Kami sudah cek di konsultan kami (wakil pialang) juga setiap hari berkonsultasi dan beliau berkonsultasi menanyakan tentang pasar seperti apa," timpalnya.
Mengenai SDM pialang, Ia memastikan telah menyiapakan SDM berkualitas.
Terlebih wakil pialang berjangka harus punya sertifikasi yang resmi dan legal dari pemerintah. Yang mengeluarkan sertifikasinya adalah Kementerian perdagangan Bapepti.
Bahkan dalam ujian WPB, periodenya harus ada refresh dan ujian ulang.
"Saya pastikan semua wakil pialang di PT Bestprofit legalitasnya diperbaharui. Semua bisa di cek di website resmi Bapepti. Ada 11 daftar wakil pialang. Jadi untuk kualitas SDM itu bukan hanya Bestprofit yang terus melakukan pengembangan, tetapi juga ada ujian profesi yang setiap periode harus di update," terang Didi Darmansyah.
Terkait persoalan nasabah di Ketapang, ia belum mengetahui apa masalah dari nasabah tersebut. Lantaran belum ada komplain secara langsung, sehingga pihaknya merasa kaget mendengar komplain melalui media.
"Namun demikian, setelah ini kita akan coba menghubungi nasabah, kita akan diskusi via telepon, apa yang menjadi keberatan beliau. Mungkin pelayanan kami ada yang kurang menurut beliau. Itu juga akan menjadi kritik dan saran membangun untuk kami guna memperbaiki layanan kedepan," pungkasnya.
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pergerakan-indeks-harga-saham-gabungan.jpg)