Breaking News:

Perbup Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Pembukaan Lahan Diperkuat Peraturan Gubernur Kalbar

Yustinus menegaskan, kedua aturan tersebut semakin mempertegas bahwa pemerintah sangat melindungi para peladang dan kearifan lokalnya.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYUKUR
BERI ARAHAN:¬†Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus memberikan arahan saat sosialisasi Perbup nomor 18 tahun 2020 tentang tata cara pembukaan lahan kepada 29 Kades dan ketua BPD se Kecamatan Ketungau Hulu, Senin (20/7/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus mengatakan Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Tata Cara  Pembukaan Lahan Bagi Masyarakat didukung penuh dengan tebritnya Peraturan Gubernur Kalbar Nomor 103 tahun 2020 tentang Pembukaan Areal Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal.

Yustinus menegaskan, kedua aturan tersebut semakin mempertegas bahwa pemerintah sangat melindungi para peladang dan kearifan lokalnya.

“Perbup ini juga sudah didukung oleh Pemprov Kalbar yang mana sudah ada Peraturan Gubernur Kalimantan Nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Areal Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal yang sudah di teken Gubernur Kalimantan Barat pada 16 Juli 2020 yang lalu,” ujar Yustinus.

Dishangpang Hortikan Sanggau Buka Lahan Percontohan Tanpa Bakar Seluas Lima Hektare

Kedua peraturan ini diharapkan oleh Yustinus agar semua pihak mensosialisasikan hingga tingkat warga. Supaya masyarakat paham dan tidak ada lagi peladang yang terjerat hukum.

“Kami mengharapkan warga yang akan berladang bisa mengikuti aturan ini dan mereka aman dari jerat hukum. Pemerintah Kecamatan,  desa dan bahkan pihak perusahaan perkebunan bahu membahu melanjutkan sosialisasi Perbup ini ke desa, dusun sampai ke RT," jelas Yustinus.

"Saya juga mendorong agar Pemerintah Desa untuk membentuk Relawan Karhutla agar kasus kebakaran lahan bisa kita kendalikan dan kita minimalisir. Bahkan membeli beberapa peralatan untuk memadamkan api juga perlu dilakukan oleh pemerintah desa. Saya juga minta pemerintah desa dan dusun bisa melakukan jemput bola soal formulir,” pinta Yustinus.

Update berita pilihan

tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved