Cek Kondisi Banjir di Desa Tanjung, Ini Keterangan Wakapolres Sekadau
Wakapolres menyebut beberapa area di Desa Tanjung tergenang air akibat luapan air sungai.
Tayang:
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Jamadin
Dok. Humas Polres Sekadau
Wakapolres Sekadau saat meninjau lokasi banjir di desa Tanjung Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau, Kalbar.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Wakapolres Sekadau, Kompol Edy Haryanto, melakukan peninjauan dan pengecekan lokasi banjir di Kampung Tangguh, desa Tanjung, kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, KalBar.
Pengecekan dilakukan lantaran beberapa waktu terakhir desa Tanjung mengalami banjir akibat tingginya intensitas hujan.
Pengecekan dilakukan lantaran beberapa waktu terakhir desa Tanjung mengalami banjir akibat tingginya intensitas hujan.
Letak geografis desa Tanjung yang berada di antara dua aliran sungai, yaitu sungai Kapuas dan sungai Sekadau juga mengakibatkan rawannya terkena banjir kiriman.
Berdasarkan hasil pantauan lokasi, yang dilakukan Wakapolres Sekadau dengan menyisir menggunakan speed, Sabtu (18/7/2020) sore.
Berdasarkan hasil pantauan lokasi, yang dilakukan Wakapolres Sekadau dengan menyisir menggunakan speed, Sabtu (18/7/2020) sore.
Wakapolres menyebut beberapa area di Desa Tanjung tergenang air akibat luapan air sungai.
"Ketinggian air paling tinggi mencapai satu setengah meter atau sedada orang dewasa. Air juga masuk rumah warga yang berada di dataran rendah," terang Wakapolres.
Beruntung hingga saat ini tidak ada korban jiwa, masyarakat setempat masih beraktifitas seperti biasa, menggunakan sampan melewati jalan yang tergenang air.
Selanjutnya Wakapolres memerintahkan Polsek jajaran untuk terus melakukan monitoring dan melaporkan perkembangan yang terjadi berkaitan dengan lokasi rawan bencana, baik banjir maupun tanah longsor.
Wakapolres menyebut, hal itu sudah menjadi atensi Kapolres Sekadau pada saat apel Sarpras di Polres Sekadau dalam rangka menghadapi Batingsor dan Karhutla di wilayah kabupaten Sekadau.
"Monitoring di lokasi banjir harus dilakukan, dalam hal ini agar TNI Polri bersama Pemkab Sekadau dapat segera mungkin mengambil langkah antsipasi jika terjadi kemungkinan yang lebih buruk," kata Wakapolres Sekadau Kompol Edy Haryanto.
Turut mendampingi Wakapolres, Kapolsek Sekadau Hilir IPDA Koderi, KBO Sat Binmas IPDA Lijana Tajudin, dan Kades Tanjung Syamsudin
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
"Ketinggian air paling tinggi mencapai satu setengah meter atau sedada orang dewasa. Air juga masuk rumah warga yang berada di dataran rendah," terang Wakapolres.
Beruntung hingga saat ini tidak ada korban jiwa, masyarakat setempat masih beraktifitas seperti biasa, menggunakan sampan melewati jalan yang tergenang air.
Selanjutnya Wakapolres memerintahkan Polsek jajaran untuk terus melakukan monitoring dan melaporkan perkembangan yang terjadi berkaitan dengan lokasi rawan bencana, baik banjir maupun tanah longsor.
Wakapolres menyebut, hal itu sudah menjadi atensi Kapolres Sekadau pada saat apel Sarpras di Polres Sekadau dalam rangka menghadapi Batingsor dan Karhutla di wilayah kabupaten Sekadau.
"Monitoring di lokasi banjir harus dilakukan, dalam hal ini agar TNI Polri bersama Pemkab Sekadau dapat segera mungkin mengambil langkah antsipasi jika terjadi kemungkinan yang lebih buruk," kata Wakapolres Sekadau Kompol Edy Haryanto.
Turut mendampingi Wakapolres, Kapolsek Sekadau Hilir IPDA Koderi, KBO Sat Binmas IPDA Lijana Tajudin, dan Kades Tanjung Syamsudin
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wakapolres-sekadau-banjir.jpg)