Breaking News:

PKB-Demokrat Jajaki Kerjasama, Ini Analisa Pengamat Politik Untan Pontianak

Namun untuk berkoalisi di dalam partai politik tidak permanen dan selalu berubah sesuai dengan kepentingan partai dan

TRIBUNPONTIANAK/ENRO
Ilustrasi Pilkada Serentak di Kalbar 2020 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Untan, Yulius Yohanes menilai silaturahim yang dilakukan PKB dan Demokrat untuk kerjasama demi kepentingan bangsa merupakan hal yang baik.

Namun, kata dia, dalam teori politik yang ada tentu kepentingan.

Menurutnya komitmen PKB dengan Partai Demokrat terhadap masa depan bangsa memang seharusnya merupakan tanggung jawab bersama, khususnya partai politik dalam membangun dan menjembatani kepentingan masyarakat bangsa Indonesia dalam NKRI. 

"Artinya terkait dengan optimalisasi produk UU, menjalankan fungsi penganggaran maupun pengawasan terkait program kerja pemerintah melalui perencanaan jangka pendek dan menegah dalam APBN maupun APBD dalam upaya mensejahterakan masyarakat sebagai tanggung jawab politik, pemerintahan maupun sosial untuk masa depan bangsa yang lebih baik," ujarnya. 

Sikapi Wacana New Normal, Ketua PKB Kalbar Harap Gubernur Perhatikan Pondok Pesantren

PKB Kalbar Bidik Tiga Daerah untuk Kader Maju Pilkada 2020

Kondisi seperti ini mutlak harus dilakukan partai politik yang ada bukan saja PKB maupun Demokrat yang harus memiliki pandangan yang sama terhadap bangsa dan negara. 

Namun komitmen PKB dan Demokrat dalam Pilkada khususnya di Kalbar dalam implementasinya tidak mudah, meskipun sudah ada komitmen partai politik dari pusat namun partai politik unsur kepentingan yang lebih kental, dimana kondisi situasi antara pusat dan daerah sangat berbeda, disamping faktor yang lain dimana pemilih dari latar belakang aampai faktor geografis dan demografis sangat berbeda dan hal ini lah yang tidak bisa di laksanakan secara general secara umum. 

"Karena tujuan dan kehadiran partai politik kepentingannya adalah harus memenuhi target yaitu menang," ungkapnya

Artinya koalisi partai yang dilakukan mungkin  untuk membangun citra yang baik kepada masyarakat pemilih atau bisa jadi untuk mengingatkan anggota partai untuk serius dalam melaksanakan tugas pokok sebagai anggota dewan agar citra PKB dan Demokrat menjadi lebih baik ke depan. 

Namun untuk berkoalisi di dalam partai politik tidak permanen dan selalu berubah sesuai dengan kepentingan partai dan
masa depan partai. 

Maka dalam teori politik tidak ada kawan yang abadi semua itu kepentingan.

Oleh karena itu, partai politik harus dapat menunjukkan jati diri partai itu sendiri apakah Tupoksi partai nanti di parlemen atau Pilkada yang di usung dapat dilaksanakan dengan baik atau sebaliknya dan bagaimana tanggung jawab partai untuk keberlangsungan hidup bangsa agar kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia lebih baik dan merata di seluruh pelosok tanah air. 

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

--

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved