Breaking News:

Direktur Cerdas Demokrasi Nilai Pencatutan KTP untuk Balon Perseorangan Dianggap Masalah Klasik

Terlebih, menurut mantan Komisioner Bawaslu Kalbar ini, untuk memperoleh KTP sebagai pemenuhan syarat dukungan tidak begitu sulit.

TRIBUNPONTIANAK/ENRO
Ilustrasi Pilkada Serentak di Kalbar 2020 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktur Cerdas Demokrasi Indonesia, Krisantus Heru Siswanto mengimbau agar penyelenggara mewanti adanya oknum yang bermain dalam proses verfak maupun saat pengumpulan KTP bagi para bakal calon perseorangan.

Dalam verifikasi calon perseorangan, kata dia, tentu KPU dan Bawaslu beserta jajarannya harus mempedomani peraturan teknis verifikasi faktual dan harus cermat.

Terlebih, menurut mantan Komisioner Bawaslu Kalbar ini, untuk memperoleh KTP sebagai pemenuhan syarat dukungan tidak begitu sulit.

"Untuk memperoleh KTP pasangan calon melalui tim kampanyenya bisa bekerja sama dengan leasing, lembaga koperasi dan oknum aparat desa," ujarnya, Jumat (10/07/2020).

Bawaslu Kalbar Temukan Kasus Pencatutan KTP Oleh Bakal Calon Perseorangan

Jadwal Masuk Sekolah di Jakarta Tangerang Bekasi Serentak Senin 13 Juli & Ketentuan Kemendikbud

Maka dari itu, lanjutnya, optimalisasi fungsi pengawasan menjadi sangat diperlukan karena sebagai penentu.

Apabila fungsi pengawasan lemah maka akan ada persoalan dikemudian hari misalnya akan ada masyarakat merasa tidak memberikan dukungan terhadap calon tertentu tetapi dokumennya ada sehingga bisa dipidana karena menyalahgunakan dokumen orang lain.

"Persoalan ini menjadi klasik karena selama ini tidak dapat dipungkiri sering terjadi secara berulang-ulang.

Dan patut diduga ada oknum penyelenggara ad hoc berperan sebagai dalang selain itu juga lemahnya fungsi pengawasan.

Pengawas pemilu kadang tidak diberi akses terhadap dokumen calon perseorangan," katanya.

Komunitas Bike to Work Dukung Pemkot Wujudkan Pontianak Jadi Kota Ramah Pesepeda

Satgas TMMD Kodim Ketapang Tanamkan Semangat Bela Negara Kepada Anak-Anak

Namun demikian, ia berharap agar pengawas pemilu tidak hanya berperan sebagai alat legitimasi suatu proses verfak sebagaimana yang dilakukan oleh KPU beserta jajarannya.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved