Potret Hidup Religius Bruder Maria Tak Bernoda

Menjadi kaum religius diajari untuk belajar dari apapun, menyangkal diri dan meninggalkan kemewahan untuk memuliakan Tuhan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bruder MTB. 

Citizen Reporter
Komsos Keuskupan Agung Pontianak, Samuel

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terbaliknya hidup antara sekolah dan praktik hidup di tengah masyarakat selalu menimbulkan kontroversi.

Ada yang mengatakan bahwa di sekolah umumnya kita dikasih teori, baru dikasih contoh, PR, ujian, atau praktik di lab.

Sebaliknya kalau di hidup kita, 'ditonjok' baru dikasih tahu kenapa.

Kita harus jatuh dulu baru tahu apa yang salah dari kita.

Kadangkita harus diuji dulu, baru disuruh belajar teorinya.Orang yang banyak belajar pun harus tetap diberi pelajaran oleh hidup.

Lalu apa Bedanya? Justru itu, semakin banyak belajar dari pengalaman dan berubah maka pelajaran dari kehidupan semakin minim sakit dan letihnya.

Karena yang belajar terus juga terus GROW alias berkembang.

Mereka yang terus belajar akan tambah kuat dan pintar.

Kalau sudah sering belajar maka pelajaran berat dari hidup lebih mampu dihadapi.

Menelisik Peninggalan Pendahulu di Museum Bruder MTB Singkawang

Halaman
1234
Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved