Breaking News:

Pengamat Politik Nilai PDI Perjuangan Mesti Gerak Cepat Jika Tetap Ingin Menjadi 'King Maker'

Sedangkan lanjutnya jika harus ikut mengekor, citra PDI Perjuangan Kalbar yang selama ini sebagai 'king maker' di banyak Pilkada

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pengamat Politik Kalbar, Ireng Maulana 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat politik Kalbar, Ireng Maulana menilai jika PDI Perjuangan mesti gerak cepat dijelang-jelang pelaksanaan Pilkada 2020 ini agar tetap menjadi King Maker, mengingat raihan suara partai berlambang benteng tersebut yang cukup tinggi.

Menurutnya kemungkinan pertama PDI Perjuangan Kalbar belum mengumumkan calon yang mereka usung untuk Pilkada Kalbar serentak 2020 yakni masih dalam kegamangan, karena sudah tidak sempat dan tidak punya banyak waktu lagi menjadi leading koalisi, yang bisa mendominasi penentuan calon yang akan diusung bersama, dan dihadapkan pada situasi untuk ikut masuk dalam koalisi yang sudah ada di depan mata.

"Jika tidak ikut serta dalam perkoalisian yang sudah terlanjur berjalan, maka akan ketinggalan dan tidak cukup punya kekuatan dan magnet politik untuk berlaga dengan calon sendiri," ujarnya

BP Pemilu Siap Menangkan Figur Yang Diusung DPP PDI Perjuangan

Peringatan Bulan Bung Karno, Kader PDI Perjuangan di Landak Diminta Solid

Sedangkan lanjutnya jika harus ikut mengekor, citra PDI Perjuangan Kalbar yang selama ini sebagai 'king maker' di banyak Pilkada sedikit mengecil pamornya.

"Sekarang, waktu untuk meninggikan posisi tawar memang tidak banyak lagi, sehingga dua opsi tersebut harus di ambil daripada asal mengusung kandidat.

Sebab kedua, kita melihat PDI Perjuangan Kalbar terlalu percaya diri dengan komposisi kursi-kursi di semua kabupaten yang mereka miliki akan melakukan Pilkada. 

Sehingga berasumsi berlebihan jika elite partai lain diluar akan menunggu PDI Perjuangan Kalbar menentukan pilihannya," ujarnya

Padahal elite partai lain bekerja gerak cepat melakukan komunikasi-komunikasi perpolitikan yang bahkan mungkin PDI P Kalbar tidak aware dalam perkembangannya.

Terlalu besar membuat PDI Perjuangan Kalbar tidak melakukan kerja politik dasar yakni berkomunikasi dengan partai politik lain walaupun tidak memiliki kursi.

Kader PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Sembako Kepada Warga di Mempawah

PDIP Kubu Raya Target Pembentukan Badan Partai dan Satgas Rampung Hingga Akhir Juli

PDI Perjuangan Kalbar mungkin tidak ditinggalkan, tapi lebih tepatnya ketinggalan momentum yang seharusnya mereka dapar berperan lebih dominan dan lebih cepat.

Terakhir, PDI Perjuangan Kalbar terlalu memandang biasa Pilkada kalbar serentak 2020 .

Sehingga sikap ini menyebabkan ketidaktangkasan dalam mengendalikan situasi pencalonan sekaligus kehilangan insting untuk mencermati kandidat-kandidat pontensial yang sebenarnya bisa mereka ambil lebih dulu sebelum partai lain meminangnya.

"Sekarang dapat kita katakan peran PDI Perjuangan Kalbar dalam pencalonan Pilkada serentak Kalbar tidak terlalu signifikan karena mungkin meninggalkan dasar-dasar komunikasi politik dalam pergaulan politiknya di daerah," pungkasnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved