Breaking News:

Wakil Ketua DPRD Kalbar Tegaskan Transparansi dalam Proses PPDB Sangat Penting

Kemudian oleh Gubernur juga telah diberikan bantuan berupa beasiswa untuk para siswa SMA Negeri maupun Swasta.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Suriansyah menilai bahwa Pendaftaran PPDB online banyak mengundang kontroversial.

Ia mengatakan banyak masyarakat terutama orang tua siswa yang menganggap sistem ini kurang transparan karena anak yang berprestasi belum tentu bisa masuk di sekolah yang mereka harapkan karena lebih mempertimbangakan zonasi.

"Hal inilah yang bisa menimbulkan peluang untuk dilakukan penyimpangan,"  ujarnya kepada Tribun Pontianak, Selasa (7/7/2029).

"Karena itu kita ingin pihak sekolah benar-benar mengisi kuota yang ada seperti kuota zonasi gunakanlah sesuai jalurnya begitu juga dengar jalur prestasi," jelasnya. 

250 ASN Diambil Sumpah dan Janjinya, Wali Kota Pontianak Pesan Bijak Bermedia Sosial

Dikatakannya kalau siswa yang berprestasi tidak diberikan hak yang sama kedepan mungkin anak tidak punya motivasi untuk meningkatkan prestasi belajarnya.

Suriansyah juga menyampaikan bahwa Pemerintah sudah memberikan biaya operasional sekolah daerah.

Kemudian oleh Gubernur juga telah diberikan bantuan berupa beasiswa untuk para siswa SMA Negeri maupun Swasta.

"Seharusnya memang siswa tidak perlu diberatkan lagi dengan berbagai iuran."

"Karena harus disadari dengan intruksi Gubernur Kalbar mewajibkan siswa wajib belajar 12 tahun."

"Dengan kewajiban 12 tahun itu juga merupakan hak dari anak untuk mendapatkan pendidikan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Maudy Asri Gita Utami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved