Wabah Virus Corona

Pakar Sebut Tren Kasus Covid-19 Indonesia Bisa Lampaui China Sebelum Akhir Juli 2020

Indonesia sampai saat ini telah melaporkan kasus virus corona sebanyak 64.958 kasus infeksi dengan 3.241 kematian dan 29.919 pasien sembuh.

Shutterstock
Ilustrasi corona virus di Indonesia. 

Memasuki bulan Maret, kasus-kasus infeksi harian di China mulai menurun drastis. Sementara sebaliknya, Indonesia baru memulai masa pandemi corona sejak awal Maret.

Meski demikian, Bayu belum bisa mengatakan bahwa Indonesia saat ini sedang berada pada puncak pandemi Covid-19.

"Belum bisa bilang puncak selama kita ndak bisa tahu kurva epidemi yang sebenarnya dan sebaiknya dipisah per daerah," jelas dia.

Menurut Bayu, puncak pandemi bisa dilihat ketika telah terjadi penurunan tren yang bermakna usai mencapai mencapai titik tertinggi.

Namun, dia mengingatkan bahwa Covid-19 merupakan tipikal penyakit yang bisa mengalami puncak pandemi lebih dari satu atau sering disebut second wave atau gelombang kedua.

Sementara itu, ujung gelombang pertama kasus Covid-19 di Indonesia sampai saat ini belum terlihat.

"Di Indonesia kita belum melihat ujung wave (gelombang) pertama, bahkan sebagian besar daerah belum. Karena surveilans monitoring yang tidak bagus membuat kurvanya jadi tidak presisi," kata Bayu.

Bayu berharap kasus infeksi Covid-19 di Indonesia tidak terus semakin menanjak dan bisa segera menurun grafiknya.

Sehingga dia menyarankan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan agar selalu dilakukan.

Di samping juga strategi menekan penyebaran virus dengan memperbanyak test, tracing, isolate dan treatmen.

"Sarannya selalu sama, perkuat testing, perketat perbatasan antar daerah atau surveilans migrasi. Perkuat pengawasan isolasi mandiri di setiap daerah, contact tracing dipekertat, stop mengeluarkan indeks yang membuat bingung," tutur dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Akankah Kasus Covid-19 di Indonesia Melampaui China di Akhir Juli?

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved