Golkar Kalbar Sandingkan Kader dengan Sejumlah Inkamben, Ini Kata Pengamat

Kedepan ini memang Golkar dikepemimpinan Maman Abdurahman saya lihat pertimbanganya rasional

IST / Yulius Yohanes
Pengamat Politik Untan, Dr. Yulius Yohanes . 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Untan, Yulius Yohanes menilai jika Golkar berpotensi besar memenangkan pilkada sejumlah daerah di Kalbar mengingat juga mayoritas mengusung inkamben yang disandingkan dengan kader.

Berikut penuturannya.

Kalau saya lihat di Pilkada ini Golkar dengan penentuan calon kedepannya besar karena mereka memilih calon orang yang mempunyai potensi seperti mendukung inkamben dan menyandingkan dengan kader.

Tentu peluang para petahana atau inkamben cukup baik daripada new comers, tingkat popularitas belum terlalu kuat dimasyarakat sehingga saya lihat dimungkin sekitar 60 persen para calon dari Golkar berpeluang.

Satu diantara bakal calon kepala daerah Sambas, Rubaeti Erlita yang dipanggil Pengurus Partai Golkar Propinsi Kalbar saat berfoto bersama, Minggu (5/7/2020)
Satu diantara bakal calon kepala daerah Sambas, Rubaeti Erlita yang dipanggil Pengurus Partai Golkar Propinsi Kalbar saat berfoto bersama, Minggu (5/7/2020) 

Saran saya di Golkar agar bagaimana ketika menentukan pilihan bakal calon, seharusnya juga harus bertanggung jawab untuk mendorong agar para calon bisa all out menang.

Golkar Belum Tentukan Sikap di Sambas, Rubaeti Katakan Hal Ini

Artinya tidak hanya dukungan administrasi, tapi bagaimana Golkar mendukung juga dari sisi strategi, maupun partisipasi kepada kader Golkar itu sendiri, membangun trust atau kepercayaan daripada pendukung serta masyarakat.

Kedepan ini memang Golkar dikepemimpinan Maman Abdurahman saya lihat pertimbanganya rasional, bagaimana mendukung pasangan calon yang saya lihat tepat sehingga kemungkinan kedepan menjadi sebuah nilai yang bisa dipertanggung jawabkan.

Tapi, dengan syarat Golkar jangan hanya mendukung secara administratif, tapi bagaimana Golkar dengan partai koalisi mempunyai komitmen yang sama untuk mendorong pasangan calon bisa mendapat nilai baik dimata masyarakat.

Didalam membangun sistem demokratisasi partai harus bisa mempertanggung jawabkan apa yang bisa dilakukan, terkait dengan program visi dan sebagainya mesti mengarahkan kepada bagaimana untuk membangun nilai kebersamaan dan bukan benturan.

Ini tugas kadernya agar jangan sampai bikin isu yang bisa menimbulkan perpecahan dan kekacauan. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved