Breaking News:

Cegah Karhutlabun, Kejari Ketapang Ajak Peran Semua Stakeholder

Selain itu pihaknya tidak ingin Ketapang dikatakan sebagai penyumbang asap lantaran kejadian-kejadian serupa kerap terjadi.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama usai kegiatan diskusi tematik terkait persiapan pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Perkebunan (Karhutlabun) di wilayah Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) Kabupaten Ketapang, yang diinisiasi oleh Kejari Ketapang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang menjadi inisiator serta fasilitator kegiatan diskusi tematik terkait persiapan pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Perkebunan (Karhutlabun) di wilayah Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) Kabupaten Ketapang, Kamis (02/07/2020).

Kegiatan diskusi tematik tersebut diselenggarakan di aula Kantor Kejari Ketapang dan dihadiri oleh sejumlah pihak terkait dalam hal pengendalian Karhutlabun di Ketapang seperti Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), Manggala Agni, Badan Restorasi Gambut (BRG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Camat MHS, Kades serta beberapa perusahaan disekitar lokasi Pelang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, Dharmabella Tymbasz melalui Kasi Intel Kejari Ketapang, Agus Supriyanto mengatakan kegiatan diskusi tematik yang digelar pihaknya sebagai bentuk komitmen dan kepedulian mengenai pentingnya penanggulangan Karhutlabun khususnya di Kabupaten Ketapang.

Gubernur Kalbar Tuai Pujian Penanganan Covid-19, Layak Jadi Contoh Seluruh Indonesia

“Melalui diskusi seperti ini kita bisa memetakan dan mempersiapkan lebih dini upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk pengendalian Karhutlabun di Ketapang khususnya di Pelang,” kata Agus, Jumat (03/07).

Menurut Agus, Kejari Ketapang sebagai inisiator dan fasilitator kegiatan ini mengaku terpanggil untuk melaksanakan kegiatan guna kesiapan menghadapi Karhutlabun di Ketapang khususnya di wilayah Desa Sungai Pelang.

“Ada tanggung jawab moral yang harus dilakukan, jadi tidak hanya soal penegakan hukumnya. Sebab urusan Karhutla dampaknya kabut asap menyerang masyarakat mau tua, muda hingga anak-anak sehingga kita terpanggil untuk turut andil dalam pengendalian atau penanggulangan Karhutlabun ini,” tegasnya.

Selain itu pihaknya tidak ingin Ketapang dikatakan sebagai penyumbang asap lantaran kejadian-kejadian serupa kerap terjadi.

Untuk itu diperlukan langkah-langkah pencegahan. Dan tentu semua harus sesuai dengan prosedur dan mekanisme agar tidak menyalahi aturan.

"Kedepan pihak-pihak ikut dalam kegiatan diskusi ini membuat wadah yang jelas dan kegiatan lanjutan terkait pencegahan termasuk pembuatan posko dititik-titik rawan api yang bisa disiagakan sehingga bisa mendeteksi dan melakukan pencegahan dini,” pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved