Trump Terancam Terdepak dari Capres Partai Republik Pasca Hasil Polling yang Sangat Buruk

Performa Trump dinilai terus menurun seiring dengan banyaknya tantangan yang harus dihadapi di Amerika Serikat.

SPUTNIK NEWS
Presiden Amerika Serikat. Donald Trump. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, WASHINGTON DC - Kandidat Calon Presiden (Capres) petahana Amerika Serikat (AS), Donald Trump tak berjalan mulus.

Trump terancam terdepak dari kursi Capres Partai Republik seiring hasil polling dari beragam survei yang keluar.

Hasil polling sejumlah survei politik di AS memang menunjukkan bahwa Donald Trump memiliki hasil jajak pendapat yang sangat buruk, dalam beberapa waktu terakhir.

Performa Trump dinilai terus menurun seiring dengan banyaknya tantangan yang harus dihadapi di Amerika Serikat.

Mahathir Pilih Biden Jadi Presiden Amerika Serikat, Sebuah Bencana Jika Donald Trump Terpilih Lagi

Trump Teken UU Serukan Sanksi Atas Aksi Penyiksaan Muslim Uighur, China Murka dan Siap Balas Amerika

Perjalanan Joe Biden - Resmi Capres Amerika Serikat, Eks Wapres Obama Ini Sebut Trump Pemecah Belah

Melansir Jerusalem Post dikutip Kontan.co.id, sejumlah petinggi dari Partai Republik khawatir dengan kondisi tersebut.

Mereka khawatir bahwa Presiden Donald Trump bisa terdepak menjelang Pilpres AS pada bulan November jika jumlah jajak pendapatnya tetap rendah.

"Sekarang masih terlalu dini, tetapi jika jajak pendapat terus memburuk, Anda dapat melihat skenario di mana dia bisa saja keluar," kata seorang anggota Partai Republik kepada Fox News.

"Saya sudah mendengar rumornya tapi saya ragu itu benar. Taruhan saya adalah, dia akan hengkang jika dia yakin tidak ada cara untuk menang," kata anggota Republik lainnya.

Sebuah jajak pendapat yang dirilis oleh Fox News baru-baru ini menunjukkan bahwa posisi Trump berada di belakang kandidat presiden asal Demokrat Joe Biden dengan selisih mencapai 12 poin.

Jumlah jajak pendapat untuk presiden telah menurun di tengah kritik atas penanganan pandemi virus corona serta aksi unjuk rasa yang berbuntut kerusuhan setelah pembunuhan George Floyd oleh seorang polisi Minneapolis.

Tim kampanye Trump menyangkal bahwa presiden akan keluar dari bursa pemilihan presiden dan angkat bicara soal pemilihan dan metodologi yang digunakan.

TOLAK Mentah Tawaran Trump Tengahi Konflik China dan India, Kedua Negara Sepakat Berunding Sabtu Ini

"Ini adalah berita palsu," kata juru bicara kampanye Trump Tim Murtaugh kepada Fox.

“Semua orang tahu bahwa jajak pendapat media selalu salah tentang Presiden Trump - mereka meremehkan Partai Republik dan tidak menyaring calon pemilih - untuk membuat narasi palsu”.

“Itu tidak akan berhasil. Ada keresahan yang serupa pada tahun 2016 dan jika itu akurat, Hillary Clinton akan berada di Gedung Putih sekarang." (*)

Artikel ini telah terbit di Kontan.co.id dengan judul Jika ini terjadi, Trump bisa terdepak dari bursa pemilihan presiden AS

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved