Kemenag Bengkayang Lakukan Pembinaan Cegah Paham Radikalisme dan Intoleran

Bengkayang dianggap strategis, karena kawasan terdalam berbatasan dengan Negara luar yaitu Malaysia,

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Suasana kegiatan pembinaan oleh Kemenag Kabupaten Bengkayang kepada para peserta yang merupakan Penyuluh Agama di 17 Kecamatan di Kabupaten Bengkayang yang berkumpul di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Bengkayang, Selasa (30/6/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkayang lakukan pembinaan kepada para Penyuluh Agama Islam dari 17 Kecamatan di Kabupaten Bengkayang yang berkumpul di Aula Kantor Kemenag Bengkayang, Selasa (30/6/2020).

Kegiatan ini dihelat dalam mencegah masuk dan berkembangnya Paham Radikalisme maupun Intoleran di wilayah Kabupaten Bengkayang.

Kasi Bimas Islam Kemenag Bengkayang sekaligus Ketua MUI Bengkayang, Ramli Umar, S.Hi. menuturkan Penyuluh Agama Islam merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan penerangan, pemahaman dan Ilmu pengetahuan khususnya agama pada masyarakat.

Warga Desa Mega Timur di Kubu Raya Keluhkan Limbah Pabrik Pengolahan Sawit

"Untuk memberikan pemahaman kepada Penyuluh Agama Islam sebagai Pelopor Garda Terdepan Kemenag di lapangan dalam mensosialisasikan bahwa berbahayanya paham radikalisme maupun intoleran serta perlu adanya pencegahan masuknya paham radikalisme khususnya di wilayah Kabupaten Bengkayang," ujar Ramli Umar, Selasa (30/6/2020).

Ramli menerangkan masing-masing penyuluh agama mempunyai jama'ah binaan mulai dari TPQ, remaja masjid, pengajian-pengajian atau Majelis Ta'lim yang tersebar 17 kecamatan di Kabupaten Bengkayang.

"Bengkayang dianggap strategis, karena kawasan terdalam berbatasan dengan Negara luar yaitu Malaysia," terang Ramli Umar.

Menurutnya berbagai pengaruh negatif dapat masuk dari berbagai arah.

"Kepada mereka inilah kita berikan masukan-masukan dan pemahaman-pemahaman dari berbagai sumber seperti MUI, Kepolisian dan Kemenag," ujarnya.

Ia berharap dengan kegiatan tersebut dapat memperkenalkan ilmu yg mereka peroleh itu pada masyarakat binaannya, memberikan pemahaman tentang ilmu agama itu dengan baik dan benar pada ummat.

Berikut Persyaratan Balik Nama Kendaraan Hasil Jual Beli

"Berupaya untuk mengajak dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Bangsa kita telah mengenal Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Selain itu, Kegiatan dihadiri oleh penyuluh Agama Islam perwakilan dari 17 Kecamatan se Kab.Bengkayang .Dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Bengkayang,dna acara ditutup oleh Kasi Bimas Islam Kab.Bengkayang

Kegiatan pembinaan tersebut dihadiri langsung oleh Kakan Kemenag Kab. Bengkayang, H. Sy. Machmud, S.H, Kasat Intelkam Res Bky diwakili oleh Kanit 3 Sat Intelkam, BRIPKA Nanang Rostian, Kasi Bimas Islam pada Kemenag Bengkayang sekaligus Ketua MUI Bengkayang, Ramli Umar, S.Hi, serta para peserta yang merupakan perwakilan penyuluhan agama islam non pns yang berasal dari setiap Kecamatan di Kabupaten Bengkayang.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved