Jumlah Peserta Sensus Penduduk Online di Kalbar Capai 10,41 Persen

Tetapi hal ini dianggap cukup baik karena sensus ini merupakan pertama kalinya dilakukan oleh Pemerintah.

TRIBUNPONTIANAK/NI MADE GUNARSIH
Kepala BPS Kalbar, Moh Wahyu Yulianto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Sensus Penduduk secara Online yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) telah dinyatakan berakhir pada 29 Mei 2020 lalu.

Berdasarkan perhitungan yang dikeluarkan oleh BPS Provinsi Kalimantan Barat jumlah penduduk yang melakukan Sensus secara Online mencapai 531.574 yang jika dipersentasikan sekitar 10,41 % dari jumlah penduduk yang ada di Kalbar.

Kepala BPS Kalbar Moh Wahyu Yulianto menyatakan bahwa jumlah ini sebetulnya belum mencapai target BPS yaitu 11 persen. 

Tetapi hal ini dianggap cukup baik karena sensus ini merupakan pertama kalinya dilakukan oleh Pemerintah.

Wali Kota Edi Kamtono Apresiasi Tingginya Partisipasi Warga Pontianak Sukseskan Sensus Online

"Sebenarnya kami (BPS) menargetkan jumlah masyarakat yang melakukan Sensus online 11 persen, tetapi kami cukup puas dengan capaian ini karena ini merupakan sensus Online pertama di Indonesia," ujar Wahyu.

Selain itu kendala jaringan dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara melakukan sensus dianggap sebagai satu di antara faktor penyebab minimnya masyarakat yang melakukan sensus online.

"Kita juga menyadari bahwa tidak semua lapisan masyarakat mempunyai telepon pintar (smartphone) dan masih banyak wilayah di Kalbar yang kesulitan akses internet, sehingga ini juga bisa menjadi indikator rendahnya jumlah masyarakat yang melakukan sensus online" lanjutnya.

Meski proses tahapan sensus online telah berlalu, masyarakat masih bisa mengikuti kegiatan sensus lanjutan yang dilakukan oleh BPS dalam upaya memaksimalkan pendataan masyarakat.

"Untuk proses lanjutan kami akan melakukan Dopu yang akan menggantikan sensus wawancara karena Covid-19 ini, kami akan menggandeng ketua RT setiap wilayah di Kalbar untuk mendampingi proses Dopu" ungkapnya.

Dopu sendiri merupakan singkatan dari istilah "Drop out, Imput" artinya masyarakat akan diantarkan formulir berisi sekitar 22 pertanyaan yang harus di isi dengan didampingi RT jika mengalami kesulitan.

Untuk proses pelaksanaan Dopu ini rencananya akan dilakukan pada bulan September mendatang, dengan harapan situasi masyarakat sudah membaik dari saat ini.

"Harapan kami dengan sensus Dopu sebagai pengganti Sensus Wawancara, masyarakat bisa mengisi formulir dengan benar dan sesuai keadaan saat tersebut karena ini merupakan data yang akan digunakan untuk kebutuhan kedepannya" jelas Ketua BPS Kalbar. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved