Breaking News:

Wacana Pemilukada 2024 Ditunda, Ini Tanggapan Pengamat Politik Untan Pontianak

Menurutnya wacana memundurkan pemilu kepala daerah serentak dari 2024 ke 2027 masih dalam tahap kajian antara pemerintah dan DPR-RI.

IST / Yulius Yohanes
Pengamat Politik Untan, Dr. Yulius Yohanes . 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Untan Pontianak, Dr. Yulius Yohanes, M.Si menilai wacana penundaan Pilkada 2024 menjadi 2027 mesti dikaji lebih mendalam.

Menurutnya wacana memundurkan pemilu kepala daerah serentak dari 2024 ke 2027 masih dalam tahap kajian antara pemerintah dan DPR-RI.

"Tentunya kajian yang dilakukan kita harapkan harus mempertimbangkan efektifitas dan efisien serta logis dengan ukuran yang jelas," ujarnya

282 Sampel Swab Test Covid-19 Asal Kalbar Masih Menunggu Hasil

SEDANG BERLANGSUNG Daftar SD SMP dan SMA PPDB Jakarta Login ppdb.jakarta.go.id! Jalur Zonasi 3 Hari

Menurutnya Jangan sampai wacana yang akan dilakukan banyak muatan kepentingan yang dapat menimbulkan dan merugikan bangsa dan negara. 

Karena kepentingan partai politik dengan pihak-pihak yang mencari keutungan, disituasi yang serba tidak menentu karena jelas-jelas Pilkada serentak sudah ditetapkan tahun 2024.

"Tentu publik bertanya ada apa wacana perubahan Pilkada 2024 ke 2027. 

Tentu ini bisa menimbulkan efek domino bisa positif mungkin anggaran pilkada sudah tersedot karena penanganan pandemi Covid-19 maka perlu disiapkan anggaran yang dibutuhkan," katanya

"Tapi di sisi lain lanjutnya secara negatif ini yang lebih dominan karena banyak pertanyaan dan kecurigaan publik terkait dengan perubahan waktu penyelenggaraan pilkada 2027, karena banyak kepentingan dari partai politik sampai pemerintah yang semuanya itu bisa merugikan bangsa dan masyarakat khususnya," katanya

Persiapan Menghadapi PPDB Tingkat SMP Sederajat, Orangtua Murid Sampaikan Hal Ini

Bupati Citra Bakal Evaluasi Penyaluran BLT DD untuk Warga Terdampak Covid-19

Seharusnya wacana perubahan tersebut harus banyak melibatkan stake holder dan tidak kalah pentingnya adalah pihak KPU. 

"Karena KPU ini merupakan lembaga yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sehingga apa yang menjadi kebutuhan terkait Pilkada mereka yang lebih tahu," ujarnya

Artinya dalam wacana perubahan tersebut harus trasparan, baik dengan pihak-pihak yang terkait sehingga apa yang di rencanakan dapat diimplementasikan dengan baik.

Dari aspek psikologi ketika wacana itu betul-betul terealisasi tujuan pilkada serentak yang akan dilaksanakan 2027 dapat direalisasikan dengan baik, karena mendapatkan dukungan seluruh elemen dalam mencapai tujuan yang lebih baik.

"Oleh karena itu perlu dibangun kerjasama yang baik, bukan masalah domainnnya siapa tetapi harapan yang diinginkan bagaimana tujuan yang ingin dicapai dapat direalisasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam sebuah bangsa," tukasnya. 

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved