Masih Minim Kesadaran, Eddy Imbau Aktivitas di Pasar Tradisional Harus Sesuai Protokol Kesehatan

Pengamat Ekonomi Kalbar, Eddy Suratman menilai jika hal tersebut adalah normal lama, bukan kenormalan baru (new normal).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Pengamat Ekonomi Kalbar, Eddy Suratman 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kesadaran dalam penerapan Protokol Tetap (Protap) kesehatan antara penjual dan pembeli ketika beraktivitas di pasar tradisional masih minim.

Pengamat Ekonomi Kalbar, Eddy Suratman menilai jika hal tersebut adalah normal lama, bukan kenormalan baru (new normal).

"Tidak ada yang baru dari prilakunya, ini tidak boleh dan berbahaya, tentu kita harus segera menyesuaikan."

"Biasanya kita tidak menggunakan masker, sekarang harus pakai. Serta saat berjualan dan berbelanja sekarang harus berjarak," tegasnya, Rabu (24/6/2020).

BREAKING NEWS - Kadinkes Kalbar Umumkan 5 Kasus Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Eddy meminta agar masyarakat dapat menerapkan kenormalan baru ini. Karena di situasi dan keadaan Covid-19 ini mengharuskan kita menjalankannya.

Mulai dari menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan protokol kesehatan lainnya.

"Yang bisa menyelamatkan kita dalam situasi ini adalah kita sendiri bukan pemerintah ataupun orang lain."

"Karena, kalau ingin sehat, perilaku hidup kita harus diperbaiki sesuai dengan situasi baru ini," ungkapnya.

Eddy pun tak henti-hentinya mengimbau agar dalam beraktivitas di pasar tradisional, seperti transaksi jual beli dan sebagainya harus mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Jaga jarak, pakai masker. Kalaupun harus berpergian, betul-betul harus terukur dan hanya hal yang penting-penting saja, kita berpergian," terangnya.

"Jangan terlalu percaya diri, nekat dan berani. Karena ini bisa mencelakai diri sendiri, keluarga dan orang lain."

"Di situasi saat ini, kita harus benar-benar menjalankan protokol kesehatan," pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved