Jumlah Kematian Ibu dan Bayi di Pontianak Meningkat Saat Pandemi Covid-19
Kasus Kematian Ibu Melahirkan Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19 yang terjadi di Kota Pontianak.
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Jumlah kematian ibu melahirkan dan bayi di Pontianak, Kalimantan Barat, tahun 2020 meningkat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu, Selasa (23/6/2020).
Menurut Sidiq Handanu, hingga Juni 2020 tercatat tujuh kasus kematian ibu melahirkan.
Angka tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 lalu yang tercatat hanya terdapat 5 kasus kematian ibu melahirkan.
Satu di antara faktor meningkatnya jumlah kematian itu adalah dibatasinya layanan dan operasional fasilitas kesehatan akibat pandemi Covid-19.
Ia menambahkan bahwa selama tiga bulan terakhir aktivitas mendampingi ibu hamil, balita, kegiatan lapangan mengalami gangguan.
• Peringatan Dini BMKG untuk Wilayah Kalbar Rabu 24 Juni 2020
"Walaupun tenaga kesehatan tidak pernah bekerja dari rumah. Kita dari kesehatan tetap stand by, akan tetapi fokus kita dalam waktu tiga bulan ini pada penanganan pandemi Covid-19," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kota Pontianak, Mujiono mengharapkan pemerintah Kota Pontianak melakukan pendataan secara detail terkait angka kematian ibu dan bayi.
Menurutnya Pemkot juga perlu melakukan evaluasi dampak pandemi Covid-19.
Bisa jadi karena semua pelayan kesehatan fokus pada pandemi Covid-19, ternyata di bidang kesehatan lainnya seperti kesehatan ibu dan anak dan pelayanan kesehatan lainya.
"Kita kurang fokus sehingga menyebabkan angka kematian ibu meningkat. Pemerintah Kota Pontianak untuk melakukan antisipasi melalui kebijakan yang terbaru dengan memperhatikan protokol kesehatan," ujar Mujiono.
Ia menjelaskan bahwa saat suasana sekarang pelayanan kesehatan yang diberikan tentu beda perlakuan dengan sebelum pandemi Covid-19.
Dirinya menyebutkan pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait harus melakukan antisipasi agar peningkatan angka kematian ibu bisa ditekan.
"Pemerintah juga diminta untuk tidak lengah karena penanganan pandemi Covid-19," ujarnya.
Politisi PAN itu juga mengatakan dikarenakan situasi Covid-19 harus diantisipasi oleh dinas kesehatan
''Kalau bisa proaktif dengan datang kerumah warga, Kota Pontianak ini aksesnya juga tidak terlalu sulit,'' katanya. (*)