Breaking News:

Apel Penanggulangan Karhutla Bersama Polres Ketapang, Ini Harapan Bupati Martin Rantan

Apalagi sebagian besar lahan di Ketapang merupakan lahan gambut yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas secara cepat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Ketapang Martin Rantan Saat Menandatangani Kesepakatan Bersama Dalam Melakukan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Ketapang.Senin (22/06/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Polres Ketapang bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar apel bersama dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Ketapang.

Apel digelar di halaman kantor Bupati Ketapang pada Senin, (22/06/2020).

Apel bersama dihadiri langsung Bupati Ketapang Martin Rantan yang juga bertindak sebagai Pembina Apel, Ketua DPRD Ketapang, Febriadi, Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono, Dandim 1203 Ketapang Letkol Kav Jami’an, Danlanal Ketapang, Letkol Laut (P) Abdul Rajab Bodro A,M,Tr.Hanla, perwakilan Kejaksaan Negeri Ketapang, Pengadilan Negeri Ketapang, Wakil Bupati Ketapang Suprapto serta Sekretaris Daerah Farhan dan seluruh elemen masyarakat lainnya.

Bupati Ketapang Martin Rantan, dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Polres Ketapang yang telah menginisiasi kegiatan Apel bersama dengan tetap mengikuti protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19. 

HASIL PPDB Jateng, PPDB Online Jateng 2020 SMK & SMA | Login https jateng siap ppdb com

Camat Dedai Minta Kades Bentuk Barisan Relawan Pemadam Kebakaran

Martin menjelaskan bahwa potensi Karhutla bisa terjadi di wilayah Kabupaten Ketapang, seperti di tahun 2019 lalu berdasarkan data LAPAN oleh BMKG Provinsi Kalbar terdapat sejumlah 7.655 titik api pada bulan Agustus 2019.

Dimana titik hotspot terbayak terdapat di Kabupaten Ketapang sebanyak 2.126 titik api.

“Hal ini menyebabkan kerusakan ekosistem, musnahnya flora dan fauna yang ada serta menimbulkan polusi udara yang menyebabkan penyakit saluran pernafasan dan menganggu perekonomian akibat asap yang ditimbulkan dari Karhutla,” kata Martin.

Martin mengatakan berdasarkan data satelit NOAA-18 di Kabupaten Ketapang sampai dengan 19 Juni 2020 indikasi titik panas atau hotspot sudah mencapai 287 titik, dimana seharusnya pada bulan Januari sampai Juni masih terdapat curah hujan, bahkan dibeberapa daerah masih terjadi banjir.

Berdasarkan data BMKG bahwa musim kemarau tahun 2020 di wilayah Indonesia terjadi pada bulan Agustus, oleh karena itu menurut Martin semua harus bekerja lebih keras agar dibulan tersebut tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan sebagaimana terjadi tahun sebelumnya. 

Tampilkan Batik Sabang Merah, Dekranasda Sanggau Raih Juara Satu Lomba Desain Busana Muslim

Persiapan New Normal, Polsek Belitang Bersama Pemdes Imbau Warga Terapkan Protokol Kesehatan

“Untuk itu kepada seluruh pihak, baik instansi pemerintah, swasta dan seluruh masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Halaman
12
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved