Breaking News:

Maskendari Nilai Pilkada Kedepan Layak Gunakan E-Voting

Infrastrukturnya harus dipersiapkan dari sekarang, kan pilkada kedepan masih ada waktu untuk dipersiapkan

IST
Ketua Komda Pemuda Katolik Kalbar, Maskendari 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Komda Pemuda Katolik Kalbar, Maskendari menilai jika pelaksanaan pilkada kedepan layak dilaksanakan dengan cara e voting.

E voting itu sendiri menurut Maskendari bakal dapat menekan biaya yang cukup besar seperti pelaksanaan pilkada secara manual, termasuk dapat menjawab permasalahan bencana non alam yang muncul seperti covid 19 sekarang ini.

"Kalau saya berpikir melompat, artinya dengan situasi seperti ini kedepan Presiden, DPR, penyelenggara berpikir agar pilkada kedepan menggunakan e-voting, efektif dan efisien, lebih nyaman dalam menerapkan protokol kesehatan terlebih dengan bencana non alam seperti ini. Pilkadeskan sudah ada e voting, jangan takut kita," kata Maskendari, Minggu (21/06/2020).

"Kalau sekarang ini sudah jalan ada Perppu, ada PKPU terkait dengan pelaksanaan pilkada, tidak masalah, kita tinggal melaksanakan dengan protokol kesehatan," tambah Maskendari.

KPU Sekadau Optimis Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Capai Target 77,5%

Namun untuk menuju ke arah tersebut, mantan Anggota DPRD Provinsi Kalbar ini menyebut perlu dipersiapkan dari sekarang infrastruktur pendukungnya.

"Infrastrukturnya harus dipersiapkan dari sekarang, kan pilkada kedepan masih ada waktu untuk dipersiapkan," tutur Maskendari.

Instansi terkait, lanjut Maskendari, juga harus sudah siap untuk menyiapkan teknologi ini, termasuk keamanannya, dan memang harus dibuat seaman dan sehandal mungkin serta sederhana sehingga mudah dipelajari.

"Kan kata orang demokrasi prosedural dalam pemilu ini dianggap makan biaya yang sangat tinggi, maka harus dicarikan yang lebih efektif dan efisien, termasuk untuk menjawab kejadian luar biasa seperti pandemi ini," terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika mengenai potensi kecurangan tentu akan terjadi jika dari awal telah diniatkan. Maka dari itu, tinggal dibuat mekanisme yang baik agar tidak terjadi.

"Kalau disebut rentan kecurangan, memangnya manual tidak ada kecurangan? Kan ada juga. Kecurangan itukan perilaku manusia, semua hal soal perilaku bisa dilakukan," pungkas Maskendari.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved