Beasiswa Ditangguhkan, Mahasiswa di Sambas Ini Terancam Gagal Sidang Skripsi
Sejak 27 Desember 2019 dirinya dan rekan-rekan mahasiswa sudah mendatangi pihak Pemda, dalam hal ini adalah Bidang Kesra, Setda Pemkab Sambas.
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Akmal mengatakan saat ini dirinya terancam tidak bisa melaksanakan sidang skripsi, sebagai tugas akhir untuk menamatkan pendidikan di kampus Poltesa.
Hal itu kata dia, karena Beasiswa yang dia terima selama ini dari Pemda sejak masuk kuliah dari tahun 2016 sampai saat ia memasuki semester akhir tidak lagi diterima, karena tidak dicairkan oleh pihak Pemda Kabupaten Sambas.
Sebelumnya ia mengungkapkan, sejak 27 Desember 2019 dirinya dan rekan-rekan mahasiswa sudah mendatangi pihak Pemda, dalam hal ini adalah Bidang Kesra, Setda Pemkab Sambas.
"Disana kami mendapatkan masalah bahwa untuk tahun 2019 tidak bisa di cairkan karena permasalahan kode rekening," ujarnya, Kamis (18/6/2020).
• Keuskupan Sanggau Keluarkan Petunjuk Praktis Hidup Dalam Tatanan Normal Baru, Sekadau Juga Terapkan
"Dan kami di tanggal 30 Desember 2019 juga sempat bertemu Bupati untuk menanyakan hal ini, dan beliau merekomendasikan kepada pihak kesra untuk di cairkan. Tapi kesra mengatakan waktu itu sudah tutup buku," ungkap Akmal.
Selanjutnya kata dia, pihaknya direncanakan oleh pihak Kesra akan dikumpulkan.
Namun sampai dengan sekarang kata Akmal hal itu tidak pernah dilakukan.
Saat ini, Akmal dan rekan-rekan mahasiswa lainnya baik di Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) dan Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas terancam tidak bisa melaksanakan sidang skripsi.
Karena dirinya saat ini tidak bisa membayar uang kuliah, dari semester 6, 7 dan 8, karena Beasiswa Pemda Sambas tidak cair.
Saat ini kata dia, di Poltesa ada kurang lebih 20 orang mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa dari Pemda.
Sementara itu, Azizah mahasiswa Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas mengatakan dirinya berharap agar beasiswa yang selama ini dirinya terima dan rekan-rekannya yang lain bisa dicairkan.
Sehingga dirinya dan kawan-kawan bisa melanjutkan kuliah dengan nyaman.
"Mudah-mudahan bisa di cairkan lah, kalau tidak ya mau gimana. Kita ini orang tidak punya, tapi ingin kuliah, ingin melanjutkan pendidikan," tutupnya. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pelaksanaan-hearing-dprd-kabupaten-sambas-qedaa.jpg)