BPH Migas Harap SPBU BBM 1 Harga di Pulau Maya Bermanfaat Optimal untuk Masyarakat
M Fanshurullah Asa menjelaskan, BBM Satu Harga ini adalah bukti begitu besarnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat.
Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), M Fanshurullah Asa berharap SPBU program BBM 1 Harga yang baru diresmikan di Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara memberi manfaat optimal bagi masyarakat setempat.
Dia pun berharap adanya SPBU kompak itu dapat memacu pertumbuhan ekonomi Kayong Utara secara umum.
"Untuk PT Pertamina diharapkan untuk terus menjamin pasokan BBM ke SPBU Kompak ini," katanya saat peresmian SPBU BBM 1 Harga di Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Rabu (17/6/2020).
• Tersangka Kasus Pencurian Meninggal di Rutan Polsek Pontianak Kota
M Fanshurullah Asa menjelaskan, BBM Satu Harga ini adalah bukti begitu besarnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat.
M Fanshurullah Asa pun mengklaim BPH Migas telah berhasil mengawal dan melakukan supervisi terhadap pembangunan penyalur BBM 1 Harga, dengan capaian sebanyak 170 lembaga penyalur selama kurun 2017-2019.
Dia menyebut, pihaknya telah menugaskan PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo Tbk untuk melakukan pembangunan penyalur BBM 1 Harga di lokasi tertentu yang telah ditetapkan.
Lantas untuk 2020-2024, kata M Fanshurullah Asa, sesuai arahan Presiden, Program BBM 1 Harga akan dilanjutkan dengan target 330 lembaga penyalur hingga akhir 2024.
"Untuk tahun 2020 akan dilakukan pembangunan 83 lembaga penyalur BBM 1 Harga yang tersebar di 20 Provinsi, 70 Kabupaten, 83 Kecamatan," papar M Fanshurullah Asa.
M Fanshurullah Asa mengungkapkan, pihaknya telah menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk membangun penyalur BBM 1 Harga Tahun 2020.
Kata M Fanshurullah Asa, pembangunan SPBU Kompak di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) ini bukan perkara mudah.
Itu mengingat lokasi geografis dan ongkos angkut yang tinggi, sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukkannya.
"Oleh karena itu, perlu adanya peran aktif dari Pemerintah Daerah dan Aparat, agar Penyaluran BBM ini tepat sasaran," harap M Fanshurullah Asa. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bph-migas-m-fanshurullah-asa-dan-bupati-kayong-utara.jpg)