ALFI Kalbar Dukung Rencana Gubernur untuk Bangun Jalan Provinsi dengan Proyek Multi Years

Apalagi ditambah dengan SDA di Kalbar yang semakin berkembang seperti tambang alumina dan tambang lainnya, lalu CPO juga semakin banyak produksi.

TRIBUNPONTIANAK/Destriadi Yunas Yumasani
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Umum DPW ALFI Kalbar Retno Pramudya menyampaikan dukungan penuh terkait rencana Gubernur Kalbar untuk membangun Jalan Provinsi dengan proyek multi-years contract (MYC)

Ia mengatakan kalau dibandingkan dengan daerah Sulawesi dan Sumatra, Kalbar dikategorikan masih sedikit perhatian dari Pemerintah Pusat. 

"Dengan luas wilayah yang cukup luas dan apalagi kita termasuk wilayah perbatasan Malaysia dan Brunei, semestinya pemerintah harus memberikan porsi yang lebih besar untuk membangun fasilitas jalan ," ujarnya Kepada Tribun Pontianak, Rabu (17/6/2020).

Bupati Erlina Pantau Penyaluran BLT DD kepada 264 KPM di Wajok Hulu

Apalagi dengan adanya pembagunan pelabuhan nasional Kijing.

Ia mengatakan sebagai pengusaha tentu sangat memberikan dukungan penuh apa yang menjadi keingin Gubenrur Kalbar untuk menargetkan pembangunan jalan menggunakan proyek multi-years contract (MYC) .

"Seharusnya porsi perhatian dari Pemerintah Pusat lebih besar untuk Kalbar karena percuma kalau investasi di Pelabuhan Nasional Kijing cukup besar, tapi fasilitas jalan kurang memadai. Saya pikir percuma bisa tidak maksimal opersional di sana," ujarnya.

Apalagi ditambah dengan SDA di Kalbar yang semakin berkembang seperti tambang alumina dan tambang lainnya, lalu CPO juga semakin banyak produksi.

"Apalagi dibangun pelabuhan yang bisa langsung dari negara lain dengan kapasitas besar tanpa disupport oleh jalan yang memadai akan sulit memaksimalkan operasional pelabuhan," ujarnya.

Lanjutnya menanggapi terkait jalan rusak yang diakibatkan oleh pihak perusahaan sawit memang semestinya kapasitas jalan rata- rata hanya 10 ton, tali angkutan sawit biasany melebihi kapasitas dan angkutan alat berat lainnya yang dapat merusak jalan.

Ia mengatakan semestinya seperti di Kalimantan lain ada jalan industri sendiri.

Seharusnya perushaaan di Kalbar harus mempunyai jalur sendiri antara pabrik dan perkebunan, jadi tidak menggunakan jalan umum. 

"Jadi jalan yang ada usianya bisa panjang tidak mudah rusak. Kami sebagai pengusaha sangat mendukung penuh dan mengapresiasi gubernur karena dapat mendorong kelancaran produksi perusahaan dan juga akan mendorong perkembangan ekonomi masyarakat dengan jalan yang bagus maka akan lebih maksimal," pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved