Blank Spot Jadi Kendala Bawaslu Kalbar Bimtek Daring
Kalaupun ada beberapa titik atau daerah yang tidak bisa menggunakan pemanfaatan itu maka pihaknya akan turun langsung ke lapangan.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ditengah pandemi Covid 19, pelaksanaan berbagai kegiatan hingga bimtek via daring meningkat drastis tak terkecuali Bawaslu untuk melakukan peningkatan kapasitas ke jajaran dibawah.
Namun, pemanfaatan media daring ternyata juga masih terkendala khususnya dibeberapa daerah yang akan melaksanakan Pilkada di Kalbar.
Kordiv Pengawasan Bawaslu Kalbar, Faisal Riza mengungkapkan jika pihaknya juga telah membuat persiapan pemanfaatan media daring.
Kalaupun ada beberapa titik atau daerah yang tidak bisa menggunakan pemanfaatan itu maka pihaknya akan turun langsung ke lapangan.
"Kalau terkait dengan peningkatan kapasitas ad hoc kita sudah mempersiapkan video tutorial khususnya untuk pengawas desa dan pengawas kecamatan, dari video tutorial itu kita mempersiapkan buku panduan untuk pengawas desa dan kecamatan," kata Faisal Riza, Selasa (16/6/2020).
• Pemda Kapuas Hulu Sisir Anggaran Bimtek untuk Penanggulangan Covid-19
"Kita juga menyediakan saluran konsultasi dan supervisi, jadi bagi yang tidak bisa disentuh dengan teknologi IT terpaksa kita harus berkunjung. Tapi juga dilihat aspek kerawanan," timpal dia.
Lanjut dikatakannya, Bawaslu juga telah melakukan pemetaan terkait dengan daerah blank spot agar dapat dimaksimalkan potensi yang ada.
"Kita juga sudah mendata, mana daerah, desa yang blank spot, ada yang blank spot sinyal, dan ada sinyal masuk tapi blank spot internet, jadi kita sudah lakukan pemetaan dan jadikan sarana kita mendorong pendekatan supervisi secara langsung yang tentu dengan protokol kesehatan, terutama daerah yang ada bakal calon perseorangan," beber Faisal Riza.
Terlebih, kata dia, dalam waktu dekat ini jajaran ad hoc akan melakukan verifikasi faktual yang di UU 10 diwajibkan secara langsung menemui orang yang dinyatakan pendukung.
• KPU Kota Singkawang Luncurkan E-Book Hasil Pemilu 2019
Artinya, lanjut Mantan Ketua KPID Kalbar ini, tidak bisa dihindari dengan dilakukan kunjungan langsung, meskipun KPU sedang mempertimbangkan pendekatan via daring.
"Yang kita pastikan ialah kehadiran verifikator," terangnya.
"Kalau kunjungan langsung, kita juga meminta pengawas menjaga protokol kesehatan secara ketat. Seperti penggunaan APD hingga menjaga jarak," pungkas Faisal Riza.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/komisioner-bawaslu-kalbar-faisal-riza-wsfvv.jpg)