Breaking News:

Lakukan Razia PETI, Polres Ketapang Tak Dapati Satupun Pekerja di Lokasi

Namun sayang pada razia tersebut tidak ada satupun pelaku yang berhasil diringkus lantaran saat tiba dilokasi tidak adanya aktivitas penambangan.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Lokasi tempat aktivitas PETI yang berada di Dusun Sayan, Desa Riam Dadap, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, Sabtu (13/06/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ketapang melakukan penertiban praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Sayan, Desa Riam Dadap, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada Sabtu (13/06/2020).

Namun sayang pada razia tersebut tidak ada satupun pekerja yang berhasil diringkus lantaran saat tiba di lokasi tidak adanya aktivitas penambangan.

Saat dikonfirmasi apakah ada indikasi kebocoran informasi lantaran tidak adanya aktivitas PETI dilokasi tersebut, Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Primastya Dryan Maestro mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Kalau bocor tidak tahu ya, soalnya saya tidak bocorkan tu,” kata AKP Primastya, Senin (15/06/2020) sore.

Peduli Dampak Covid-19, PT WHW Sebut Sudah Kewajiban untuk Saling Bantu Sesama

Menurut AKP Primas, penertiban lokasi penambangan emas tanpa izin yang dilakukan pihaknya tersebut sebagai upaya merespon adanya informasi yang beredar mengenai penambangan di wilayah tersebut.

“Yang mana saat tiba dilokasi untuk melakukan pengecekan tim hanya menemukan beberapa warga penjaga lokasi dan selanjutnya tim hanya melakukan kegiatan preemtif dan preventif dengan mengimbau warga yang berada dilokasi untuk tidak melakukan kegiatan penambangan karena berdampak pada kerusukan lingkungan,” jelasnya.

Selain itu ia pun mengaku, dilokasi tersebut sebelumnya telah dilakukan penegakan hukum pada Bulan November tahun 2019 lalu.

“Tepatnya pada tanggal 8 November 2019 lalu, yang mana berhasil mengamankan 18 pelaku penambang tanpa izin serta barang bukti 133 karung bahan tambang dan 4 buah mobil yang digunakan para pelaku untuk mengangkut bahan tambang. Dan saat ini semua kasus telah mendapat putusan inkrah dari pengadilan negeri ketapang,” pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved