Breaking News:

PKS Ingin Kader Nyapres, Pengamat: Kecewa dengan Gerindra

Belum lagi partai yang berlatarbelakang agama di luar PKS cukup banyak dan cukup berat untuk merealisasikan harapan dan cita-cita PKS

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Pengamat Politik Untan, Dr. Yulius Yohanes 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pilpres 2024 yang akan datang di NKRI merupakan pencarian figur baru sebagai Pasangan calon Presiden RI karena Joko Widodo sebagai Presiden sudah dua periode  dan tidak bisa mencalonkan lagi menurut ketentuan UU. 

Tentu semua partai politik mulai merancang strategi dan langkah-langkah antisipatif agar bisa mencalonkan pilihannya tentu harus memenuhi syarat ambang batas Pilpres di DPR RI saat ini. 

"Partai politik yang sekarang mulai mengeluarkan statmen politiknya yaitu PKS  yang ingin mengusung paslon Pilpres dari kader sendiri karena mereka tidak akan mengusung Gerindra yaitu Prabowo Subianto meskipun dalam survei Prabowo dinilai masih memiliki elektibilitas tinggi," kata Pengamat Politik Untan, Dr. Yulius Yohanes, Minggu (14/6/2020).

Hal ini, lanjut Yulius Yohanes menunjukkan kekecewaan PKS terhadap Gerindra yang di komandani Prabowo terkait banyak hal misalnya Wakil Gubernur DKI Jakarta seharusnya dari PKS tetapi manufer politik Gerindra di isi dari kadernya. 

Gerindra Sambut Baik Potensi Koalisi dengan Golkar di Pilkada Kapuas Hulu

Belum janji politik yang lain belum terlaksana dari komitmen koalisi antara PKS dan Gerindra

"Tentu PKS harus kerja keras dan harus fleksibel dalam menghadapi Pilpres 2024 yang akan datang meskipun ada kelompok alumni 212 yang siap mendukung tentu belum menjamin PKS bisa mengusung calon sendiri apalagi kita ketahui PKS sudah pecah ada kelompok baru yaitu Partai Gelora," tambah Dr. Yulius Yohanes.

Belum lagi partai yang berlatarbelakang agama di luar PKS cukup banyak dan cukup berat untuk merealisasikan harapan dan cita-cita PKS untuk mengusung paslon Pilpres dari kader sendiri. 

Oleh karena itu, untuk merealisasiksn cita-cita PKS untuk Pilpres 2024 yang akan datang perlu komunikasi dan kerjasama yang baik dengan partai lain meskipun alumni 212 siap mendukung itupun bukan hanya sebagian kecil dari masyarakat Indonesia. 

"Kalau PKS tidak membangun komunikasi politik yang baik dengan partai lain kemungkinan besar apa yang di ucapkan pengurus PKS bagaikan angin lalu sulit untuk direalisasikan," tukas Yulius Yohanes.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved