Penjelasan OJK Kalbar Terkait Penyampaian Klarifikasi dari Manajemen Bank Bukopin

Riezky pun menambahkan jika OJK menyambut baik dan mendukung rencana Kookmin Bank yang akan memperkuat permodalan dan tata kelola Bank Bukopin.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala OJK Kalbar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebelumnya beberapa nasabah Bank Bukopin Pontianak mengalami kendala dalam transaksi penarikan tunai di ATM bukopin.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar mengungkapkan pihak manajemen Bank Bukopin telah menyampaikan klarifikasi berkaitan dengan kendala yang dialami nasabah Bank Bukopin.

"Sesuai klarifikasi yang disampaikan oleh manajemen Bank Bukopin disampaikan bahwa tidak ada kebijakan resmi untuk membatasi penarikan dana nasabah," jelas Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar Moch. Riezky F. Purnomo kepada Tribun Pontianak, Minggu (14/6/2020).

Nasabah Bank Bukopin Sempat Gagal Transaksi di ATM, KCU Pontianak Pastikan Sudah Normal

Lebih lanjut, Riezky menuturkan OJK telah menerima pernyataan Grup Finansial terbesar di Korea Selatan Kookmin Bank dan saat ini memiliki 22% saham Bank Bukopin.

Riezky menyebutkan Kookmin telah siap menjadi pemegang saham pengendali mayoritas dengan mengambil alih kepemilikan sekurang-kurangnya 51% saham Bank Bukopin.

"Kehadiran Kookmin akan memperkuat permodalan bank, mendukung likuiditas, dan pengembangan bisnis bank di Indonesia," ujarnya.

Kookmin Bank yang saat ini tercatat sebagai peringkat 10 besar Bank di Asia, dengan total aset per 31 Desember 2019 mencapai sebesar Rp 4.675 Triliun, akan memperkuat permodalan Bank, mendukung likuiditas dan pengembangan bisnis bank di Indonesia.

Kookmin Bank saat ini telah menyediakan sejumlah dana di escrow account untuk menjadi pemegang saham pengendali dalam memperkuat permodalan dan likuiditas Bank Bukopin.

Riezky pun menambahkan jika OJK menyambut baik dan mendukung rencana Kookmin Bank yang akan memperkuat permodalan dan tata kelola Bank Bukopin.

"Termasuk membentuk manajemen yang profesional untuk mendukung inisiatif pengembangan bisnis."

"Hal tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap kinerja industri perbankan dan prospek perekonomian nasional," tutupnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved