Wabah Virus Corona

CATATAN 100 Hari Virus Corona Masuk Indonesia | Bagaimana Penanganan Covid-19? Adakah Kabar Baik

Security bank kemudian menyarankan untuk menarik uang di ATM bank lain, atau langsung melalui kas.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak melakukan rapid test Covid-19 di aula SSA kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (3/6/2020). Kedepannya pemerintah Kota Pontianak akan terus memperbanyak rapid test secara massal kepada kelompok masyarakat yang rentan dengan tujuan untuk mentracing seberapa luasa penyebaran covid 19 di Kota Pontianak. 

Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Mohammad Nasih mengatakan, tengah diuji coba lima kombinasi obat dan terbukti berhasil menonaktifkan virus corona padatubuh pasien.

Kombinasi obat temuan Unair ini telah diproduksi dan akan diberikan ke rumah sakit yang membutuhkan.

1.851 Anak-anak Terinfeksi

Virus Corona penyebab pandemi Covid-19 di Tanah Air belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda. 

Update terbaru per Jumat 12 Juni 2020, ada tambahan pasien positif Corona baru di Indonesia yang berjumlah 1.111 kasus. 

Tambahan lebih dari seribu orang dalam sehari ini membuat Indonesia kini tercatat menjadi negara Asia Tenggara dengan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai lebih dari 36 ribu orang.  

Kabar tak menyenangkan tersebut semakin membuat getir, lantaran anak-anak turut menjadi kelompok usia yang tak lepas dari ancaman virus mematikan yang diketahui pertama kali muncul di Wuhan China itu. 

Virus Corona jenis baru yang diidentifikasi sebagai Coronavirus SARS-CoV-2 itu, tercatat sudah menginfeksi nyaris 2 ribuan anak-anak. 

Data ini lantas memantik perhatian dari Wakil Presiden Repubik Indonesia, KH Maruf Amin. 

Pria yang juga dikenal dengan sebutan Kiayi Maruf itupun lantas menekankan perspektif perlindungan anak dalam pembuatan kebijakan memasuki kenormalan baru alias new normal di Tanah Air.

Hal itu melihat angka-anak yang terpapar virus corona Covid-19 saat ini telah mencapai angka 1.851 orang.

Karenanya, menurutnya, kebijakan yang berkaitan dengan anak salah satunya adalah penentuan dalam memulai proses belajar tatap muka. 

"Hanya daerah yang masuk zona hijau yang dapat memulai kegiatan persekolahan secara tatap muka," ujar Ma'ruf dalam keterangan pers, Jumat (12/6/2020), sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id.

Sementara untuk sekolah berbasis asrama atau pun pesantren yang dapat dibuka kembali adalah yang berada di zona hijau dan kuning.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved