Breaking News:

Penggunaan Alat Kontrasepsi Turun Drastis Selama Pandemi, Angka Kehamilan Berpotensi Meningkat

Diperkirakan akan terjadi peningkatan kehamilan yang tidak direncanakan sampai 15 persen pada 2021.

SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penggunaan alat kontrasepsi turun sampai 47 persen selama pandemi.

Kondisi itu dapat membuat angka kehamilan yang tidak direncanakan meningkat sehingga terjadi ledakan penduduk.

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKN) menyebut, dibanding tahun 2019, terjadi penurunan lebih dari satu juta layanan Keluarga Berencana (KB) selama Januari – April 2020.

Itu sebabnya, masa normal baru setelah meredanya pandemi seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali pelayanan KB.

“Pemerintah sudah berkomitmen menggencarkan kembali program KB untuk menurunkan angka kelahiran sehingga penduduk Indonesia tumbuh seimbang."

"Namun, selama pandemi kita melihat penurunan partisipasi KB cukup besar,” kata Kepala BKKBN, dr.Hasto Wardoyo Sp.OG (K) dalam acara webinar “Urgensi Pelayanan KB pada Masa New Normal” (9/6).

Pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap pelaksanaan program KB yang selama ini mengandalkan kegiatan tatap muka dalam sosialisasi, penyuluhan, dan pemberian layanan kontrasepsi.

Selama masa pandemi muncul kekhawatiran masyarakat untuk mengakses pelayanan KB di klinik bidan atau dokter.

Banyak dokter dan bidan yang menutup kliniknya karena tak memiliki perlengkapan memadai untuk mencegah penularan Covid-19.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk ber-KB secara mandiri selama masa pandemi pun masih rendah.

Halaman
12
Editor: Rizky Zulham
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved