NGERI ! Ekonomi Dunia Diprediksi Akan Alami Resesi Terparah Sejak 100 Tahun Lalu | Gara-gara Corona?
OECD mengingatkan bahwa gelombang kedua wabah infeksi virus corona akan menyebabkan lebih banyak gangguan dan bekas luka ekonomi.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Prediksi tak menggembirakan datang dari kondisi perekonomian dunia di tengah masa pandemi virus Corona Covid-19 ini.
Ekonomi global, diperkirakan akan terjun ke dalam resesi terburuk dalam satu abad alias dalam 100 tahun terakhir.
Prediksi ini datang dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, alias OECD.
OECD memperkirakan ekonomi global akan berkontraksi alias minus 6% tahun ini sebelum rebound pada tahun 2021.
• Tommy: Butuh Akal Kolektif Agar Keluar dari Krisis
OECD mengingatkan bahwa gelombang kedua wabah infeksi virus corona akan menyebabkan lebih banyak gangguan dan bekas luka ekonomi.
Proyeksi OECD itu lebih suram dari lembaga lain.
Bank Dunia semisal, memperkirakan pada minggu ini bahwa ekonomi global akan menyusut 5,2% pada tahun 2020.
Sementara Dana Moneter Internasional atau IMF memperkirakan ekonomi dunia akan berkontraksi 3%.
• Mochtar Riady Warning Pemerintah untuk Siap Hadapi Krisis Finansial dan Ekonomi Dampak Covid-19
"Pada akhir 2021, hilangnya pendapatan melebihi dari resesi sebelumnya selama 100 tahun terakhir di luar masa perang, dengan konsekuensi yang mengerikan dan lama bagi manusia, perusahaan dan pemerintah," kata Kepala Ekonom OECD Laurence Boone seperti dikutip CNN, Rabu (10/6).
OECD, yang mewakili negara-negara ekonomi terbesar di dunia, mengingatkan dampak ekonomi bisa lebih buruk jika wabah corona gelombang kedua terjadi dalam beberapa bulan mendatang.
Itu akan menyebabkan produk domestik bruto (PDB) global berkontraksi 7,6% tahun ini, dengan efeknya baru mulai mereda di paruh kedua 2021.
Selain prospek ekonomi "sangat tidak pasti," OECD tidak bisa membayangkan pemulihan ekonomi yang cepat bahkan jika gelombang kedua infeksi dihindari.
• STREAMING TV One, Live ILC Tv One Edisi Selasa (21/4) | Karni Ilyas Bahas Wabah dan Ancaman Krisis
Beberapa industri akan menderita karena berkurangnya aktivitas untuk jangka waktu yang lama meskipun ada program stimulus besar yang dilakukan oleh pemerintah dan bank sentral.
"Gangguan yang diakibatkan oleh pandemi corona kemungkinan akan meninggalkan bekas luka yang bertahan lama di banyak negara,"
"Standar hidup telah berkurang secara signifikan, pengangguran didorong jauh di atas tingkat sebelum krisis, meningkatkan risiko banyak orang terjebak dalam pengangguran yang lebih lama," tulis OECD dalam sebuah laporan.