Breaking News:

Terkait New Normal, Gubernur Kalbar Lakukan Video Conference Bersama Presiden Jokowi

Ada 11 kasus konfirmasi tambahan hari ini sebanyak lima kasus dari Kabupaten Ketapang, tiga kasus dari Kabupaten Sambas, dua kasus Kabupaten Kubu Ray

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji, Wakil Gubernur Kalbar H. Ria Norsan dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar A.L. Leysandri menghadiri Rapat Kordinasi melalui Video Coference dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Data Analytics Room Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (10/6/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji, Wakil Gubernur Kalbar H. Ria Norsan dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar A.L. Leysandri menghadiri Rapat Kordinasi melalui Video Coference dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Data Analytics Room Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (10/6/2020).

Rapat Kordinasi dengan Presiden ini terkait penanganan penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Gubernur Kalbar H. Sutarmidji mengungkapkan, adanya 11 penambahan kasus konfirmasi dimana kasus tersebut semuanya dari luar Kota Pontianak.

"Ada 11 kasus konfirmasi tambahan hari ini sebanyak lima kasus dari Kabupaten Ketapang, tiga kasus dari Kabupaten Sambas, dua kasus Kabupaten Kubu Raya dan satu kasus Kabupaten Sekadau," paparannya usai Rapat Kordinasi.

Selain penambahan yang terkonfirmasi Covid-19, lanjutnya, orang nomor satu di Kalbar ini juga mengumumkan angka kesembuhan sebanyak 21 kasus.

Kantor Imigrasi Siapkan Protokol Kesehatan Jelang Pembukaan Pelayanan

Meskipun demikian, Provinsi Kalimantan Barat daerahnya terbilang rendah penularannya di kawasan Pulau Kalimantan di bandingkan dengan provinsi lainnya yang ada.

Ia pun berharap dengan perencanan 'New Normal' yang akan segera diterapkan di Kalbar agar seluruh kepala daerah tingkat kabupaten dan kota untuk berhati-hati.

"Kalau daerah yang masih tinggi angka penularannya,  harus benar-benar dipertimbangkan 'New Normal'. Saya hanya menyarankan tempat ibadah dahulu di buka atau diterapkan 'New Normal' yang lainnya harus dipertimbangkan benar-benar," tegasnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan lima arahan terkait adaptasi kebiasaan baru agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19.

Pertama, Presiden mengingatkan pentingnya prakondisi yang ketat. Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif terutama mengenai sejumlah protokol kesehatan yang harus diikuti seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan atau keramaian, hingga menjaga imunitas tubuh.

"Saya kira ini terus disampaikan kepada masyarakat, diikuti dengan simulasi-simulasi yang baik, sehingga saat kita masuk ke dalam tatanan normal baru, kedisiplinan warga itu sudah betul-betul siap dan ada. Inilah prakondisi yang kita siapkan sehingga disiplin memakai masker, jaga jarak aman, sering cuci tangan, hindari kerumunan, tingkatkan imunitas saya kira perlu terus disampaikan kepada masyarakat," paparnya.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved