Persiapan New Normal, Ahli Epidemiologi: Empat Hal Harus Dilakukan Pemprov Kalbar

Hal ini untuk menemukan OTG dengan rapid test atau test yang swabnya lebih masif dan secara proporsional sampel terpenuhi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
ILUSTRASI - New Normal 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Tim Kajian Covid-19 sekaligus Ahli Epidemiologi Poltekkes Kemenkes Pontianak, Dr. Malik Saepudin, SKM., M.Kes mengatakan ada empat hal yang harus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk persiapan penerapan new normal.

Pertama, mempercepat penelusuran terhadap para warga yang tergabung dalam setiap klaster untuk memastikan bahwa para warga tersebut tidak terjangkit Covid-19.

Kedua, menyusun SOP tentang pelaksananan New Normal, dan juga SOP karantina, termasuk bagi warga yang baru datang dari luar daerah untuk melakukan karantina mandiri atau di tempat yang disediakan pemprov.

Serta Pemprov melakukan sosialisasi SOP secara luas.

BREAKING NEWS - Kasus Pasien Positif Covid-19 di Sambas Bertambah, Ini Keterangan Kadiskes dr Fattah

Ketiga, menyediakan ruang karantina bagi warga yang tidak memungkinkan untuk melakukan karantina mandiri.

Keempat, melakukan penanganan Covid-19 tidak hanya berbasis titik kasus per kasus (Klaster), melainkan juga dengan pelacakan kasus di wialyah kotak erat tinggi (KERT).

Hal ini untuk menemukan OTG dengan rapid test atau test yang swabnya lebih masif dan secara proporsional sampel terpenuhi.

"Pelonggaran pada era New Normal ini, juga sebaiknya tidak melonggarakan jalur cekpoin keluar masuk Kota Pontianak dan wilayah lain yang masih dalam zona merah di Provinsi Kalbar."

"Semoga hal ini dapat menurunkan curva penyebaran covid-19 di Kalbar, khususnya wilayah Kabupaten/Kota yang Zona Merah," pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved