Bank Indonesia Ungkap Perkembangan Indikator Ekonomi Terkini di Indonesia

Yield SBN 10 tahun Indonesia sebesar 7,06%, sedangan yield UST Note 10 tahun sebesar 0,8%, sehingga yield spread sebesar 6,2%.

ist
Logo Bank Indonesia 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19.

Bank Indonesia (BI) melalui Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan rilis terkait dua hal, yakni perkembangan indikator ekonomi terkini dan kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia, Jumat (5/6/2020).

Perkembangan indikator ekonomi :

1. Nilai tukar rupiah dipandang masih undervalued dan diperkirakan akan menguat.

Nilai tukar rupiah siang ini (5/6) tembus di bawah Rp14.000 per dolar AS, diperdagangkan dengan kurs beli Rp13.855 per dolar AS dan kurs jual Rp13.960 per dolar AS. Nilai tukar terus mengalami penguatan sejalan dengan pandangan BI bahwa nilai tukar masih undervalued dan ke depan masih berpotensi untuk menguat, dipengaruhi oleh :

a. Inflasi yang rendah dan terkendali.

b. Defisit transaksi berjalan yang rendah.

c. Perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri yang tinggi.

Yield SBN 10 tahun Indonesia sebesar 7,06%, sedangan yield UST Note 10 tahun sebesar 0,8%, sehingga yield spread sebesar 6,2%.

d. Premi risiko Indonesia mulai menurun, meskipun belum kembali ke posisi sebelum pandemi Covid-19.

Halaman
123
Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved