Sambut New Normal, Disnakertrans Kalbar Ingatkan Pelaku Usaha Patuhi Protokol Kesehatan

Ia berharap para pekerja yang dirumahkan bisa diaktifkan kembali ketika sudah diterapkan New Normal di Kalbar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kalbar, Ignasius. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat saat ini sedang gencar mempersiapkan penerapan Tatanan Kehidupan Normal atau New Normal yang saat ini sudah dimulai dari membuka aktivitas di rumah ibadah.

Dalam hal ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Ignasius mengingatkan agar para pelaku usaha patuh terhadap protokol kesehatan.

Kemudian kembali memperkerjakan karyawan yang dirumahkan, serta menghindari terjadinya PHK.

Ia berharap para pekerja yang dirumahkan bisa diaktifkan kembali ketika sudah diterapkan New Normal di Kalbar.

Cerita Dekan Fakultas Kedokteran Untan Pontianak yang Sembuh dari Corona Covid-19

Namun harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ditempat usaha yang telah dibuka.

Sejauh ini dampak dari pandemi Covid-19 pekerja yang telah dirumahkan sampai saat ini mencapai 3.289 orang Se-Kalbar dan yang telah di PHK mencapai 622 orang.

“Semoga tidak terjadi lagi PHK dan pekerja yang dirumahkan bisa diaktifkan kembali untuk bekerja,” ucapnya.

Disnaker Provinsi Kalbar juga sedang menyiapkan Surat Edaran Gubernur Kalbar turunan dari Surat Edaran dari Kementrian
terkait dengan perlindungan pekerja di masa New Normal.

Ia juga berpesan kepada para pelaku usaha seperti Restoran, Perhotelan maupun rumah makan harus kembali kepada komitmen awal yakni untuk menghindari PHK. 

“Jadi jangan sampai ada pemutusan hubungan kerja. Bagi mereka yang dirumahkan sementara karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk bekerja sebelumnya dapat diprioritaskan untuk bekerja kembali,” ujarnya.

Ia mengingatkan ketika para pekerja sudah masuk kembali untuk tetap harus mematuhi protokol kesehatan new normal.

Baik hotel, perusahaan dan non perhotelan, serta semua pihak yang memperkerjakan pekerja harus komit dengan protokol kesehatan 

“Kita harap tidak ada lagi PHK dan yang dirumahkan harus dipekerjakan lagi,” pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved