PP PMKRI Bahas Strategi dan Tantangan Penerapan New Normal di Daerah Bersama Wakil Menteri Desa

Webinar mengangkat tema "Strategi dan Tantangan Penerapan New Normal di Daerah", yang diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh pelosok Indonesia.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mengadakan Webinar via aplikasi zoom. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mengadakan Webinar via aplikasi zoom.

Webinar mengangkat tema "Strategi dan Tantangan Penerapan New Normal di Daerah", yang diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh pelosok Indonesia dari berbagai kalangan.

Dalam Webinar ini, hadir sebagai narasumber Wakil Menteri Kemendes PDTT RI Budi Arie Setiadi, Ketua Komite I DPD RI Agustin Teras Narang yang juga mantan Gubernur Kalimantan Tengah dan Kapuspen Kemendagri Bapak Bahtiar, serta Ketua Presidium PP PMKRI Benidiktus Papa.

Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLVI Kodim 1202/Skw Semprotkan Disinfektan di Tempat Ibadah

Wakil Menteri Desa dan PDTT Budi Arie Setiadi dalam pemaparannya mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini adalah wabah yang melanda seluruh dunia tanpa terkecuali termasuk Indonesia.

Pasca pandemi ini, khususnya bagi masyarakat desa bahwa tujuan dari new normal adalah kehidupan harus lebih produktif, disiplin, lebih menjaga kesehatan.

Kemudian memberikan nilai tambah dalam proses kehidupan ekonomi, politik, sosial dan budaya

Karena memang perubahan ini sebagai konsekuensi dari pandemi Covid-19.

“Perlu saya sampaikan bahwa laporan lembaga keuangan dunia bahwa Indonesia masih bisa tumbuh 3 persen di quarter pertama tahun 2020,” tuturnya.

“Dibanding negara-negara lain, China yang minus 1,6 %, dan eropa 2,7 %,” tuturnya.

Tim Densus 88 Mabes Polri Amankan Terduga Jaringan Teroris di Mempawah, Kalbar

Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang luar biasa.

“Kita termasuk negara yang memiliki daya tahan ekonomi yang luar biasa. Walaupun nanti di quarter kedua di bulan april dan juni ini semua negara akan mengalami penurunan termasuk Indonesia,” tuturnya.

Budi menambahkan bahwa bahwa Lembaga keuangan dunia ini juga meramalkan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu dari dua negara tercepat dalam pemulihan ekonomi setelah China.

Oleh karena itu, perlu kerjasama dari semua agar bisa keluar dari krisis ekonomi yang melanda seluruh dunia.

Mari bersama-sama bertarung dan berjuang untuk menggerakan kembali ekonomi khususnya pedesaaan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved