Kunjungi Bulog Ketapang, Ini yang Jadi Fokus Komisi II DPRD Provinsi Kalbar

Untuk itu ia prihatin dengan masyarakat di daerah yang berada di pedalaman, mengingat ekonomi masyarakat saat ini sedang terdampak.

TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat Saat Mengunjungi Gudang Perum Bulog Ketapang, Kamis (04/06/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat dari komisi II melakukan monitoring ke Perum Bulog Ketapang dalam rangka mengecek kesiapan dan persediaan stok bahan pokok dalam menghadapi pandemi Covid-19, Kamis (04/06/2020).

Kedatangan anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalbar diantaranya Ardiansyah, Thomas Alexander, Kho Susanti dan Masdar ke Perum Bulog Ketapang selain melihat kesiapan dan ketersediaan terutama beras dan gula, juga menyoroti masalah harga-harga sembako yang tidak stabil selama pandemi Covid0-19.

Akibat adanya keterbatasan gula karena adanya kuota dari pusat yang terbatas maka distribusi operasi pasar di Kabupaten Ketapang selama ini hanya dilakukan di Kecamatan Delta Pawan saja, yaitu dengan harga Rp 12.500.

Penyaluran BLT Dana Desa di Sungai Rengas Dibagikan dengan Sistem Non Tunai

"Saya sudah sarankan ke Kepala Bulog agar distribusinya menyebar keseluruh  Kecamatan. Agar masyarakat di daerah bisa mendapatkan jatah gula murah, karena gula di daerah mencapai Rp 20 ribu perkilo nya dan tidak turun - turun," kata satu diantara anggota DPRD Provinsi Kalbar, Kho Susanti, Jumat (05/06/2020).

Sementara menurut Kho, harga gula di Kecamatan Delta Pawan sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu perkilo nya. Namun untuk di daerah pedalaman berkisar Rp 20 ribu.

Untuk itu ia prihatin dengan masyarakat di daerah yang berada di pedalaman, mengingat ekonomi masyarakat saat ini sedang terdampak akibat pandemi Covid-19.

"Kemudian operasi pasar yang langsung diadakan oleh Bulog dan pihak Mitra RPK, selama ini dirasakan masyarakat awam kurang mendapat info."

"Sehingga saya sarankan agar sosialisasi kegiatan operasi pasar ini lebih ditingkatkan lagi sehingga masyarakat lebih bisa menikmati," ujarnya.

Dalam hal lainnya, Kho mengapresiasi kinerja kepala Bulog Ketapang yang mana secara keseluruhan semua stok khususnya beras mencukupi untuk sekitar dua setengah bulan kedepan.

Ia pun menilai, selama ini Bulog belum mengalami kesulitan stok dan pendistribusiannya, termasuk masalah distribusi beras dan lain-lain dari provinsi ke daerah.

Halaman
12
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved