Korea Utara Tebar Ancaman Pada Korea Selatan, Janji Buat Korsel Menderita

Ketengangan itu semakin terang saat munculnya ancaman akan dilakukannya penutuan kantor penghubung antara Korea Utara

AFP Photo/Kirill Kudryavtsev
Laporan Intelijen AS Sebut Kim Jong-un Kritis Usai Operasi Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un disebut dalam kondisi bahaya setelah menjalani sebuah operasi, kabar itu didapat oleh intelijen Amerika Serikat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hubungan negara Korea Utara dan Kores Selatan mengalami ketengan.

Ketengangan itu semakin terang saat munculnya ancaman akan dilakukannya penutuan kantor penghubung antara Korea Utara- Korea Selatan di perbatasan.

Serta pembatalan perjanjian militer dan juga proyek lainnya.

Korut rupanya sedang berencana membuat Korsel menderita.

Sebelumnya, Korut melalui pernyataan Kim Yo Jong, adik dari pemimpin tertinggi negara itu, Kim Jong Un, mengirim ancaman kepada Korsel.

Dia mengatakan bahwa mereka akan mengancam membatalkan perjanjian militer dan menutup kantor penghubung di perbatasan jika Korsel gagal membatasi aktivitas para pembelot Korut yang menyebar pesan propaganda anti-Pyongyang di perbatasan.

Kim Jong Un Muncul Lagi, Pemimpin Korut Itu Sempat Diisukan Meninggal Seusai Operasi Kardiovaskular

Pihak Korsel pasca-ancaman itu langsung merespons bahwa mereka akan membuat undang-undang yang akan membatasi pergerakan aktivis serta pembelot Korut di perbatasan.

Namun, UU itu tampaknya memicu perdebatan tentang potensi pelanggaran kebebasan berekspresi di Korsel.

Dilansir media Perancis, AFP, Juru bicara Departemen Unifikasi Korea Utara pada Jumat (5/6/2020) mengatakan, "Pertama-tama, kami tentu akan menarik kantor penghubung Utara-Selatan." Pernyataan itu dilansir oleh Kantor Berita Pusat Korea. 

Penutupan kantor penghubung itu menyusul beberapa tindakan untuk menghukum Seoul, imbuh juru bicara itu.

"Kami sedang memulai sesuatu yang akan melukai sisi Selatan, sesegera mungkin kami akan membuat mereka menderita.

Seorang pejabat dari kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan, kampanye selebaran yang dilakukan pembelot dan aktivis itu "lebih punya sisi berbahaya daripada baiknya".

Sejauh ini, operasi di kantor penghubung Utara-Selatan telah ditangguhkan akibat wabah virus corona.

Editor: Madrosid
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved