Breaking News:

Jaringan Teroris Sembunyi di Kalbar? Sejak 2012 Densus 88 Sudah 6 Kali Operasi di Kalimantan Barat

Meski satu demi satu anggotanya telah ditangkap dan aksi terornya telah digagalkan, namun jaringan teorisme Indonesia masih hidup dan menyebar....

net
Densus 88 | Jaringan Teroris Sembunyi di Kalbar? Sejak 2012 Densus 88 Sudah 6 Kali Operasi di Kalimantan Barat. 

"Untuk keterangan lebih lanjut, nanti dari pihak yang berwenang akan memberikan informasi," ungkap Kapolres.

Kapolsek Kecamatan Mentebah, Ipda Surarso ketika itu menjelaskan bahwa orang yang ditangkap tim Densus bukan asli warga sana.

"Satu orang sudah dibawa oleh Densus 88 menggunakan mobil ke arah Pontianak. Diduga Teroris tersebut bukan asli orang Mentebah, tapi sudah lama di Mentebah," ujar Kapolsek.

3. Landak 24 Juli 2018

Sehari sebelumnya, pada Selasa (24/7/2018) sore, Densus 88 menggeledah satu rumah yang diduga dihuni KT, diduga terlibat jaringan teroris, di Desa Raja, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.

Berdasarkan informasi yang didapat, penggeledahan tersebut dilakukan karena sebelumnya terduga teroris KT ditangkap oleh Densus 88 di Pontianak sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu KT sedang membesuk anaknya di tahanan Rutan Anak di Pontianak.

"Pengeledahan rumah KT diakukan sekitar pukul 15.30 WIB, oleh tim yang telah berada di Ngabang," ujar Ketua RT setempat, Gusti Mulyadi.

Dijelaskan Mulayadi, penggeledahan dilakukan oleh sebanyak sembilan anggota Densus 88.

Dengan di-back up oleh anggota Polda Kalbar sebanyak empat orang, dan didampingi oleh Kapolres Landak.

Dari hasil dari penggeledahan, didapat barang bukti buku-buku, VCD dan ponsel.

Kemudian barang bukti langsung dibawa ke Pontianak oleh Densus 88.

Kapolres Landak saat itu, AKBP Bowo Gede Imantio mengatakan, turunnya Densus 88 ke Ngabang dan masuk ke rumah KT di Desa Raja, Kecamatan Ngabang pada Selasa (24/7/2018) sore hanya untuk menggeledah.

"Jadi mereka (Densus 88) hanya menggeledah. Kita hanya mem-back up mereka bersama anggota dari Polda Kalbar," ujar Bowo kepada Tribun, Rabu (25/7/2018).

4. Bandara Supadio 27 November 2017

Pada Senin (27/11/2017) lalu, Densus 88 Anti Teror dan Kepolisian Daerah (Polda) Kalbar, juga menangkap terduga teroris, di Bandara Internasional Supadio, sekitar pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan bukti identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), terduga teroris berinisial NH beralamat, di Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalbar.

Terduga diduga ingin berangkat ke Marawi, Filipina dan bergabung dengan ISIS.

NH disebutkan berencana bertolak ke Kuching, Malaysia dengan menggunakan pesawat Air Asia.

Setelah itu, dia diduga akan melanjutkan perjalanan ke Marawi, Filipina Selatan.

Kepala Divisi Humas Polri saat itu Irjen Setyo Wasisto mengatakan, sebelum berangkat, NH sempat menitipkan keluarganya.

"Info dari Densus, dia berangkat sudah pamitan, dia mau berjihad. Menitipkan keluarganya, tolong diurus," ujar Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, pada Selasa (28/11/2017) lalu.

Setyo mengatakan, dari ucapan ingin berjihad di Marawi itu mengindikasikan bahwa NH akan bergabung dengan kelompok militan di sana.

Polisi juga menelusuri jejak komunikasi NH dengan pihak luar melalui ponselnya yang diamankan.

"Memang rencananya mau ke Marawi. Tapi kita belum bisa memaatikan apakah dia anggota atau hanya pendukung ISIS," kata Setyo.

5. Melawi 22 September 2012

Densus 88 membekuk Ar alias Ag, yang diyakini anggota jaringan terorisme Solo, di Desa Beloyang, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, Sabtu (22/9/2012).

Penangkapan dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB, berkat kerjasama antara Densus 88, Polda Kalbar dan Polres Melawi.

Ar datang ke Desa Beloyang Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi sekitar seminggu sebelum ditangkap.

Ia menginap di rumah keluarganya yang bekerja sebagai petani sawit.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar kala itu, AKBP Mukson Munandar, menjelaskan terduga teroris tersebut kelahiran Surakarta pada 16 Januari 1994.

Dia memiliki alamat Batikan, RT001/RW003, Kelurahan Bumi. (*)

Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved