Update Terbaru ODP, PDP, OTG dan Positif Covid-19 di Kabupaten Sambas 

Jumlah ODP di Kabupaten Sambas di katakan oleh Fatah sekarang menurun dari hari sebelumnya yang berjumlah 526 orang menjadi 520 orang.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAWAN GUNAWAN
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryuniani. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas,dr Fatah Maryuniani menyampaikan update terbaru terkait jumlah, Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Sambas.

Ia sampaikan, sesuai dengan data terakhir yang di rekap oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, sampai dengan hari Senin (1/6) pukul 17.00 WIB.

Jumlah ODP di Kabupaten Sambas di katakan oleh Fatah sekarang menurun dari hari sebelumnya yang berjumlah 526 orang menjadi 520 orang. Atau berkurang 6 ODP.

"Sampai dengan data terakhir yang kita rekap terakhir pukul 17.00 pada hari Senin kemarin ODP di Kabupaten Sambas jumlahnya ada penurunan dari 526 orang menjadi 520 orang, sampai dengan hari Senin kemarin," ujarnya, Selasa (2/6/2020).

Kabar Baik, Satu Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sanggau Dinyatakan Sembuh

Sementara itu, untuk PDP di Kabupaten Sambas, kata Fattah, sampai dengan data kemarin sore pukul 17.00 WIB, ia sampaikan ada lonjakan orang.

"Kalau PDP sekarang bertambah menjadi 11 orang PDP. Ini bertambah dari satu hari sebelumnya yang hanya 7 PDP," tuturnya.

Sementara itu, untuk kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Sambas ia sampaikan yang sebelumnya berjumlah 14 kasus.

Bertambah satu kasus menjadi 15 kasus OTG di Kabupaten Sambas.

"Sekarang total OTG di Sambas ada 15 orang, ini bertambah satu kasus dari satu hari sebelumnya dimana Sambas punya 14 OTG," tutur Fatah Maryuniani.

Ia sampaikan, penambahan OTG dan ODP di Sambas lantaran masifnya pelaksanaan Rapid tes di Kabupaten Sambas.

Sementara itu untuk kasus positif Covid-19 ada dua orang, yang mana kedua pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Gowa.

"Dan untuk kasus positif covid-19 ada 2 kasus, yang sebelumnya di ketahui memiliki riwayat perjalanan ke Gowa," tutup Fatah Maryuniani.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved