Protokol New Normal

Pengamat Politik FISIP Untan: Penerapan New Normal di Kalbar Dinilai Terlalu Premature

Pengamat Politik dan Hubungan Internasional FISIP Untan, Dr. Nurfitri Nugrahaningsih menilai jika penerapan new normal di Kalbar terlalu premature.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pengamat Politik dan Hubungan Internasional FISIP Untan, Dr. Nurfitri Nugrahaningsih. 

News Analysis
Pengamat Politik dan Hubungan Internasional FISIP Untan
Dr. Nurfitri Nugrahaningsih

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik dan Hubungan Internasional FISIP Untan, Dr. Nurfitri Nugrahaningsih menilai jika penerapan new normal di Kalbar terlalu premature.

Ia menilai mesti ada beberapa hal yang dikaji sebelum new normal benar-benar diterapkan.

Berikut penuturannya.

Intinya Kalbar kalau mau new normal perlu melakukan pemetaan secara intensif terhadap kondisi terkini dan kemampuan yang dimiliki.

Jangan latah dan ikut-ikutan daerah lain.

Mungkin angka kasus kita tidak sebesar daerah lain, tapi apakah kita sudah melakukan tes cepat secara massive?

Kalo dilihat dari tingkat penyebaran, masih terlalu dini untuk menyimpulkan, Kota Pontianak contohnya, paling tidak perlu tiga bulan ke depan untuk melihat apakah covid19 sudah bisa dikendalikan dengan baik.

Penerapan New Normal di Kalbar, Gerindra Kalbar Sarankan Hal Ini

Jadi menurut saya penerapan new normal ini masih terlalu premature.

Pemerintah perlu memastikan bahwa penyebaran Covid-19 sudah terkendali, ini juga termasuk syarat yang diajukan WHO dalan penerapan new normal.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved