Ketua SBPP Harap Pemerintah Terapkan Nilai Pancasila Kepada Buruh
Namun realitanya hari ini, pekerja atau buruh masih merasakan berada pada posisi yang sangat lemah
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Di Hari Lahir Pancasila, Ketua Serikat Buruh Patriot Pancasila (SBPP) Kota Singkawang, Roby Sanjaya, menuturkan permohonannya kepada Pemerintah untuk memperhatikan nasip buruh/pekerja.
Roby Sanjaya berharap Pemerintah bisa menerapkan nilai-nilai pancasila pada buruh, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Undang-undang Ketenagakerjaan serta peraturan upah minimum kota/kabupaten (UMK).
"Siapa lagi yg bisa melakukan itu selain pemerintah sebagai pemegang mandat dari rakyat?," ujar Roby Sanjaya, Senin (1/6/2020).
Ia menuturkan terdapat tiga nilai Pancasila yang ada, nilai dasar pada 5 sila Pancasila, nilai instrumental yang dijabarkan dalam peraturan perundang-undangan, nilai Praksis Pancasila bentuk aplikasinya.
Menurutnya tiga nilai tersebut yang seharusnya menjadikan dasar bagi Pemerintah kepada buruh.
"Namun realitanya hari ini, pekerja atau buruh masih merasakan berada pada posisi yang sangat lemah," ungkap Roby Sanjaya.
Menurutnya hal ini dikarenakan Pemerintah tidak serius mensejahterakan buruh,
"Contohnya masih banyak buruh atau pekerja yg dibayar tidak sesuai UMK, tidak ada BPJS, ditambah lagi secara terang benderang Pemerintah ingin mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus law, yang Nyata-nyata sangat merugikan buruh atau pekerja," ungkapnya.
Ia mengungkapkan mustahil Pemerintah tidak tahu bahwa UMK yang ditanda tangani Gubernur setiap tahun tidak dilaksanakan pengusaha, mustahil Pemerintah tidak tahu masih banyak buruh atau pekerja yang tidak memiliki BPJS.
• Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Bupati Sanggau: Pancasila Harus Jadi Sesuatu yang Menguatkan
"Belum lagi dengan masuknya TKA, sementara banyak anak bangsa yang belum bekerja, belum lagi yang setiap tahun ribuan lulusan sarjana yg menganggur," ujarnya.
"Buruh atau pekerja memang tetap bekerja walau dalam kondisi terpaksa, tetap bekerja walau gaji atau upah dibawah UMK, tetap bekerja walau tidak ada lembur, tetap bekerja walau tidak ada jaminan kesehatan (BPJS), karena kami bekerja utk makan, untuk keluarga, untuk bertahan hidup," tambahnya.
Roby Sanjaya mengungkapkan jika ini terus berlangsung, apa gunanya Pemerintah, Pemerintah diberi mandat dan ditugasi, serta digaji oleh rakyat untuk mensejahterakan rakyat, untuk terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Momentum hari lahir Pancasila ini kami mewakili buruh atau pekerja tolong terapkan nilai-nilai Pancasila pada buruh atau pekerja," ungkapnya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/roby-sanjaya.jpg)