Breaking News:

Upaya Penyelundupan Sabu

Berkenalan di Rutan Pontianak, BD di Janjikan Upah Rp 10 Juta antar Sabu ke Pontianak

Ia diperintahkan membawa satu bungkus besar Narkotika jenis sabu seberat 800,05 gram di Jalan Lintas Malindo, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tersangka BD (37) warga Pontianak Barat yang tertangkap tangan oleh tim gabungan anggota Ditresnarkoba Polda Kalbar dan Bea Cukai Pontianak membenarkan dirinya diperintahkan WBP Lapas Pontianak berinisal AD alias AU.

Ia diperintahkan membawa satu bungkus besar Narkotika jenis sabu seberat 800,05 gram di Jalan Lintas Malindo, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kamis (28/5/2020).

Tak hanya itu dirinya pun dijanjikan upah untuk mengambil benda haram itu di wilayah perbatasan dan membawanya ke Pontianak untuk diserahkan kepada seseorang berinisial FD warga Pontianak Timur.

Dihadapan petugas penyidik Subdit I Ditresnarkoba Polda Kalbar mengakui dirinya berkenalan dengan WBP berinsial AD alias AU itu saat bersama-sama menghuni Rutan Pontianak.

"Saya ketemu dia di Rutan Pontianak, saat itu saya masih tahanan kasus UU Perlindungan Anak, dia kasus Narkoba yang ditangkap BNN," ujarnya, Sabtu (30/5/2020).

"Setelah kenalan, akhirnya kami terpisah, dia pindah ke Lapas dan saya tetap di Rutan, kemarin saya bebas bersyarat program asimilasi," katanya dihadapan Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kalbar AKBP Nurwignyo.

Penghuni Lapas Kelas II A Pontianak Kendalikan Tangkapan Sabu 800 Gram‎ di Kembayan Sanggau

RINGKUS - Detik-detik BD saat diringkus oleh tim gabungan anggota Subdit I Ditresnarkoba Polda kalbar dan Bea Cukai Pontianak di Jalan Lintas Malindo, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kamis (28/5/2020).
RINGKUS - Detik-detik BD saat diringkus oleh tim gabungan anggota Subdit I Ditresnarkoba Polda kalbar dan Bea Cukai Pontianak di Jalan Lintas Malindo, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kamis (28/5/2020). (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

Setelah bebas, dirinya tiba-tiba mendapatkan tawaran ini dan dihubungi oleh AD alias AU melalui telepon.

Karena binggung tak ada kerja, akhirnya ia menerima tawaran itu.

Sebelum menerima tawaran ini dulunya ia berjualan pisang di Pasar Sungai Jawi.

"Sampai saat ini saya belum terima upah sepersen pun, padahal saya minta panjar dululah untuk biaya bensin makan minum ambil barang itu ke batas,” ceritanya.

“Saya tahu disuruh ambil itu, tapi karena dijanjikan upah Rp 10 juta untuk ambil barang ke batas dan bawa ke Pontianak," katanya.

"Akhirnya saya nekad pinjam motor mertua dan uang untuk jalan, saya ke Kembayan, sampai di sana saya ke bengkel dulu ganti oli sambil menunggu informasi dari AD," ungkapnya.

Poin-poin Sistem Kerja New Normal Bagi ASN, Berlaku 5 Juni 2020

Setelah menuggu, ia mendapat informasi kalau di suruh pergi ke masjid dan mengambil barang dalam kantong plastik hitam yang ada di tong sampah.

"Tapi baru aja jalan, habis ambil barang yang dalam kantong itu, tiba-tiba saya langsung ditangkap, saya pun tak bisa ngelak lagi lah," katanya.

Dihadapan penyidik Ditresnarkoba Polda Kalbar dirinya pun bertindak kooperatif agar dirinya tak dihukum berat, karena dirinya baru saja menghirup udara bebas, tapi sudah tertangkap lagi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved