Donald Trump Angkat Bicara Atas Tewasnya Warga Kulit Hitam di AS, Janji Tegakkan Keadilan

Warga yang tewas bernama George Floyd, pasca mengalami insiden injakan di leher oleh petugas polisi di Minneapolis Senin (26/5/2020).

IST
satu warga kulita hitam tewas picu aksi warga amerika serikat hampir terjadi kericuhan (Tribunnews) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Akibat tewasnya satu orang warga kulit hitam di Amerika Serikat picu terjadinya aksi hampir di seluruh wilayah bagian AS.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya angkat suara terkait kasus kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang ditembak hingga tewas oleh seorang polisi kulit putih di Minnesota.

Melalui akun Twitternya, Trump memerintahkan FBI dan Departemen Kehakiman untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Floyd.

"Atas permintaan saya, FBI dan Departemen Kehakiman sudah melakukan penyelidikan dengan baik," ujar Trump, dalam kicauanya di Twitter, Kamis (28/5/2020), seperti dilansir dilansir Anadolu Agency.

Kepada keluarga Floyd, Trump menjanjikan keadilan akan ditegakkan.

"Saya turut berdukacita dengan keluarga dan kerabat George. Keadilan akan ditegakkan!" tegas Trump.

ANCAM Tutup Twitter Setelah Cuitannya Dilabeli Tidak Berdasar, Trump: Benahi Kelakuanmu, SEKARANG

Menurut Trump, pembunuhan Floyd sebagai "peristiwa yang sangat menyedihkan."

Sebagaimana diberitakan, seorang pria kulit hitam bernama George Floyd dinyatakan tewas pada Senin (25/5/2020) setelah seorang polisi menahannya di tanah sementara lutut seorang polisi lainnya menekan leher pria itu.

Media Perancis AFP melaporkan, peristiwa itu diketahui melalui video yang viral.

Di dalam video itu, tampak polisi menahannya di tanah dan seorang polisi lainnya menekan lututnya ke leher Floyd. 'Lututmu di leherku, aku tidak bisa bernapas, mama... mama..." pinta Floyd. Tak lama, Floyd diam dan tak bergerak.

Halaman
12
Editor: Madrosid
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved