Breaking News:

OTT Perdagangan Tumbuhan Dilindungi

Sebaran Nepenthes Clipeata Tersisa 25 Individu, Terancam Punah Akibat Dijarah

Sebaran tumbuhan kantong semar endemik TWA Gunung Kelam semakin berkurang.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sebaran tumbuhan kantong semar endemik TWA Gunung Kelam semakin berkurang.

Populasinya semakin menyusut dan sulit ditemukan.

Semakin memperihatinkan lagi, kantong semar yang hanya tumbuh di atas batu monolit terbesar di dunia ini menghadapi ancaman penjarahan.

“Berdasarkan hasil monitoring terakhir pada April 2020, terdata tinggal 25 individu Nepenthes Clipeata,” kata Tenaga Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan pada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Seksi Wilayah II Sintang, Gustamansyah kepada Tribun Pontianak, Kamis (28/5/2020).

SINOPSIS The Forbidden Kingdom, Malam Ini di Bioskop Trans TV, Kamis 28 Mei 2020 Pukul 21.30 WIB

Menurut Gustaman, kantong semar kini semakin sulit dijumpai di habitat alaminya akibat penjarahan.

Survey tim pengendali ekosistem hutan pada Agustus 2019, ditemukan bekas penjarahan yang dilakukan oleh pemburu tanaman hias.

Di jejak itu ditemukan kantong semar di permukaan batu, dengan kondisi daun mengering dan dipastikan mati.

Ditemukan pula plastik terserak di antara tumbuhan unik yang mulai mengering tersebut.

Diduga kuat ada pemburu yang berniat memindahkan tumbuhan itu dari tempat asalnya.

Gustaman menduga perambah merupakan orang terlatih dan profesional.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved